Little Big Planet, sepertinya toh ini game baru yah, setelah re-check ke Wikipedia emang launch tahun kemarin, 2007. Little Big Planet ini bercerita tentang seorang karakter bernama Sackboy yang melewati track-track, yah seperti ketika anda bermain Mario Bros. atau sejenisnya. Tapi kerennya game ini, kita bisa memanipulasi level! Mengedit bahkan menghapus level tersebut! Jadi dalam game ini kita ibarat rajanya.. Game ini dikhususkan untuk user PS3, dengan grafik yang lumayan lah. Ah, saya gak mau terlalu lama membahas Little Big Planet…
Di Republika edisi Rabu kalo ga salah, muncul berita kalo ada game yang tanpa sengaja masukin ayat al-Qur’an. Nama gamenya yang kita bahas tadi lho. Setelah saya baca, developer game SONY udah minta maaf kepada seluruh khalayak dan menyatakan akan menarik kembali gamenya untuk mengedit ulang sebuah konten yaitu soundtrack yang mengandung bacaan kitab suci Al-Qur’an. Soundtrack itu sendiri dibuat oleh seorang musisi asal Mali, yang kebetulan sebagian masyarakat Mali berbahasa Arab dan Muslim. Yah no problem lah, selama kasus Jyllands-Posten tidak terulang.. toh SONY udah minta maaf bahkan sampai menarik gamenya itu [kalau Jyllands-Posten, para editornya tetap ngotot kalo mereka menggambar Nabi Muhammad itu adalah kemerdekaan berekspresi, jadinya runtut ke konflik].
Akhirnya saya mutusin buat ngedengerin soundtrack tersebut di YouTube. Dan alhamdulillah ketemu. Soundtrack ini bergenre folk-big band-jazz gitu, pertama-tama asik aja ngedengernya, soalnya kaya musik-musik Afrika biasa. Pas ditengah-tengah, terdengarlah sebuah suara : “Kullu nafsin za’iqatul maut”. Setiap yang bernyawa pasti akan menghadapi KEMATIAN, diikuti dengan beberapa kalimat berbahasa Mali yang saya tak mengerti. Belum selesai, beberapa detik kemudian disusul oleh : “Kullu man ‘alaiha faan”. Setiap yang bernyawa pasti akan BINASA. Dua ayat dari al-Qur’an bertema dengan Kematian. Saya jadi berpikir, bahwa ada maksud dan unsur-unsur mistisisme di balik lagu ini.
Nada-nadanya yang misterius, serta lirik lagu yang tak dipahami membuat saya semakin merinding ketika mendengar lagu ini. Adakah lagu ini lagu orang-orang Sufi? Orang-orang ‘Sufi’ kan biasanya suka agak nyeleneh’ kalo bikin lagu… Unsur mistisisme ini terletak bahwa dua ayat ini mengandung kata awal “Kullu”.. yang lalu diikuti dengan kata berbeda “man dan nafsin”. Diterjemahkan secara harfiah ..setiap orang/setiap nyawa… memang seperti itu kira2.. maklum saya bukan ahli Bahasa Arab.. Sampai sekarang saya masih mencoba untuk menggali maksud dari lagu itu.. tapi menurut hasil telaah.. itu seperti lagu Sufi..

nah lho…
ko ada ayat Al-Quran di soundtracknya???
ko bisa ya pembuatnya masukkin ayat” itu ke soundtracknya…
ato ada maksud lain???
saya juga sedikit merinding membaca dan membayangkan lagunya
@ Don_by : pembuatnya ga sengaja nemu ayat qur’an terus dimasukin ke lagunya.. gitu bey…