Agaknya rant blog ini bisa menjadi motivasi kita untuk terus berjalan di jalan yang lurus dan senantiasa menegakkan kebenaran, sejujur-jujurnya dan sebenar-benarnya, secara berani dan ksatria, tanpa takut gertak dan hina..

Beliau bernama Rajab Tayib Erdogan (Turki : Recep Tayyip Erdogan). Beliau sekarang menjabat sebagai Perdana Menteri Republik Turki. Beliau berhasil meraih jabatan tersebut setelah mengalahkan Partai Republik, sebuah partai ultra-nasionalis, Kemalist, ultra-sekuleris, sekaligus Islam-phobis dalam pemilu tahun 2003 dan 2005 kemarin. Beliau adalah salah satu fungsionaris Partai Rafah (kemudian menjadi AK Parti), yang dimana Partai AK berhasil menguasai tampuk kekuasaan Presiden dan menduduki sebagian besar kursi di parlemen.
Erdogan adalah seorang muslim reformis yang tegas.. kisah-kisahnya bisa telusuri lebih lanjut dibawah ini..
Nama Erdogan sudah lama membuat kuping para sekuleris di Turki panas. Saat menjadi walikota Istanbul pada tahun 1993, Erdogan mengeluarkan sebuah pernyataan. “Menjadi sekuleris dan Muslim secara beriringan adalah berbahaya. Mereka (para Sekuleris) terus berkata, ‘Sekularisme dalam bahaya’. Dan itu (‘Sekularisme dalam bahaya’) akan terjadi. Anda (para Sekuleris) tak dapat mencegahnya. Negara-negara Muslim akan menunggu kebangkitan kembali para Muslim Turki. Kami akan melakukannya. Perlawanan akan segera dimulai”. Argumennya hebat banget kan?
Tahun 1998, Erdogan di penjara. Beliau dianggap menghianati asas Sekularisme negara. Tapi pada waktu itu beliau justru mendapat simpati dari rakyat banyak karena karakternya yang berani menegakkan kebenaran. Beliau adalah walikota terfavorit dari 200 walikota di Turki. Erdogan tidak kehilangan semangat dengan penangkapannya ini. Beliau justru mengubah sebuah puisi karangan Ziya Gokalp, yang menambah semangat para pendukungnya, yang sebagian besar adalah umat Islam di Turki. Berikut puisinya (terjemah kasar) :
Bahasa Turki :
Minareler süngü, kubbeler miğfer
Camiler kışlamız, mü’minler asker
Bu iláhi ordu dinimi bekler
Allahu Ekber, Allahu Ekber.Bahasa Indonesia :
Masjid adalah barak kami,
Kubah adalah helm kami,
Menara adalah bayonet kami,
Orang-orang beriman adalah tentara kami.
Tentara ini menjaga agama kami.Perjalanan suci kami adalah takdir kami,
Akhir perjalanan kami adalah syahid (di jalan-Nya).Allahu akbar!
Perjuangan Erdogan terus berlanjut dengan terpilihnya beliau sebagai Perdana Menteri Turki tahun 2003. Tentu saja beliau masih memegang prinsipnya sebagai seorang muslim sejati dan pemberani. Beliau melegalkan penggunaan hijab yang hampir selama puluhan tahun dilarang di Turki. Kasus ini kemudian diselesaikan di Pengadilan HAM Uni Eropa (EHCR), dan akhirnya pemakaian hijab dianggap oleh EHCR bertentangan dengan prinsip sekularisme (artinya DITOLAK). MK (Mahkamah Konstitusi) Turki yang ditunggangi sekuleris dan militer semakin bernyanyi gembira dengan hadirnya keputusan tersebut dan mereka langsung menolak mentah-mentah draf RUU Jilbab.
Erdogan juga dikenal sangat pro-Palestina. Bahkan pada saat menjadi pembicara pada sebuah diskusi internasional di World Economic Forum di Davos, Swiss, dia menyuarakan aspirasinya terhadap Palestina. Tindakannya ini bisa dibilang sangat berani dan luar biasa, karena dia duduk disamping Presiden Israel Shimon Peres! Erdogan tidak takut untuk menyatakan bahwa, “Israel adalah negara yang lebih daripada sekedar barbar”, dan beliau menatap tajam mata Presiden Israel Shimon Peres yang seolah cuek saja dengan Erdogan. Bersama Peres dan Erdogan juga ada Ban Ki-moon, Amr Moussa, dan moderator Mr. Ignatius. Ban Ki-moon dan Amr Moussa hanya diam melihat perdebatan ini.
Video lengkap :
Saat ingin melanjutkan argumennya, moderator diskusi langsung menghela Erdogan. Erdogan memprotes ketidakadilan tersebut. “Lihat, Shimon Peres diberikan waktu 25 menit untuk berbicara.. Sedangkan saya hanya 12 menit!”. Erdogan lalu meminta waktu satu menit lagi dan diperbolehkan. Toh, ternyata si moderator terus menginterupsi Erdogan sehingga Erdogan segera memutuskan untuk walk-out dari forum. Tepuk-tangan langsung membahana. Entah mendukung Peres atau Erdogan. Yang jelas, kebenaran lah yang harus didukung.
![]()
Erdogan walkout secara gentle
Melihat Erdogan, mungkin kita akan teringat pada sosok Najmuddin Erbakan, juga seorang PM Turki yang berani memperjuangkan Islam di Turki yang sekuler.. Kemudian, Erbakan digulingkan oleh militer..
Mudah-mudahan Allah selalu melindungi Erdogan untuk terus membawa perubahan untuk kebenaran..
dan mudah-mudahan figur seperti Erdogan akan bermunculan di negeri kita tercinta, Indonesia..
Amin!

Terimakasih informasinya.
Sudah saatnya Umat Manusia melawan Komunitas Iblis Internasional (Yahudi Israel, Amerika Serikat, Inggris, dan sekutu-sekutunya).
Lihatlah firman Allah SWT dalam QS.2:120 dan QS.114.
Perhatikan juga fenimena Afghanistan, Iraq, dan Palestina.
Untuk berbagi informasi silahkan mampir ke “Sosiologi Dakwah” di http://sosiologidakwah.blogspot.com
ini gk da hubnya dgn ES CHLORINE…
tpi nice info gan…
assalamu alaikum.. sobat..
waktu lht di tv.. seru banget …salut buat bp.erdogan…
kita harapkan saja semoga bangsa indonesia bisa mendapatkan pemimpin yang teguh menjaga nilai islam dalam dirinya dan berani untuk menyuarakan dengan tegas…..wassalamu alaikum…
iya nih, tokoh ini bener2 inspiring banget
sempet dicap sebagai orang yang rasis (karena terlalu mementingkan agama), tapi ternyata bisa berlaku sebagai seorang negarawan sejati yang membela harga diri bangsanya di mata internasional
salut!!!
@ semuanya : MR. Erdogan sudah memberikan contoh bagaimana seharusnya seorang pemimpin memperjuangkan aspirasi rakyatnya..
dan bagaimana seorang pemimpin harus berani menegakkan kebenaran..
sebagai gen penerus.. kita harus bisa mencontoh sikap-sikap baik, berani dan tegas yang dimiliki oleh MR. Erdogan
siapa tokoh selanjutnya yang berani……daripada main yoyo coba