Harun Yahya bukan Pseudoscientist

Udah sekitar beberapa bulan sejak ditangkapnya seorang Ilmuwan Islam bernama Harun Yahya. Beliau ditangkap karena dianggap menyebarkan ilmu ‘sesat’ dan melakukan distorsi terhadap ajaran Darwinisme. Pemerintah Turki juga menangkapnya dengan alasan bahwa dia telah membuat sebuah organisasi ilmiah ilegal, yaitu SRF (Science Research Foundation), untuk meraih dana dari masyarakat secara ilegal. Kelihatan aneh memang, kalau kita tahu Turki sekarang dibawah kekuasaan sebuah partai Islam-Modernis, AK Parti (macam PKS di Indonesia). Ada apa sih dibalik penangkapan Harun Yahya aka Adnan Oktar ini? Apakah ini baru pertama kali Harun Yahya ditangkap? Ikuti tulisan saya.

Harun Yahya adalah seorang scientist yang whistle blowers. Dia dikenal sebagai seorang ilmuwan yang berani menanggung resiko atas segala argumen kritisnya. Beliau berdiri di baris depan untuk mengungkap sebuah kesalahan terbesar pada ilmu pengetahuan. Teori Evolusi telah menjadi ‘musuh’nya dan dia sangat bertekad untuk meng-counter Teori Evolusi dengan buku-bukunya. Dia menjadikan Al-Qur’an bahkan sumber dari ilmuwan-ilmuwan Barat untuk melawan Teori Evolusi. Di bukunya yang terakhir, Atlas of Creation, sempat membuat para ilmuwan pro-Darwin gigit jari dan berusaha mencari jalan lain untuk menentang teori di Atlas of Creation.

Jalan yang ditempuhnya untuk melawan Teori Evolusi sangatlah berat. Dia sudah beberapa kali diculik, difitnah, dan di-‘gila’-kan. Di balik ajaran Teori Evolusi, beberapa orang yang menamai dirinya sebagai Darwinis menghalang jalan Harun Yahya. Darwinis-darwinis ini terdiri dari orang-orang Sekuler, Masonis, bahkan Komunis. Harun Yahya menulis dibukunya bahwa Darwin bertanggungjawab atas lahirnya ideologi-ideologi setan tersebut, dan para pengikut ideologi-ideologi setan itu gak seneng dengan kedatangan seorang whistle blower. Berbagai macam cara dilakukan untuk melumpuhkan Harun Yahya. Memasukkannya ke dalam rumah sakit gila, sampai memberinya heroin sudah dilakukan, tapi Harun Yahya tetap pada jalannya.

Dia justru semakin mendapat acknowledgement dari dunia internasional. Para ilmuwan yang semula atheis setelah membaca tulisannya melihat bahwa Tuhan-lah pencipta, bukan secara kebetulan [imtaq-iptek pasti sejalan]. Para ilmuwan yang semula Darwinis melihat bahwa tidak ada yang namanya evolusi, karena makhluk hidup sudah diciptakan sempurna sejak awalnya. Bukti-bukti evolusi-pun akhirnya hanyalah bohong, seperti contoh pada kasus Manusia Piltdown. Manusia Piltdown yang dianggap sebagai bukti evolusi ini ternyata hanyalah rekayasa. Harun Yahya mengungkap fakta-fakta yang sampai sekarang TIDAK DIMASUKKAN KE BUKU SUBJEK BIOLOGI DI NEGARA MANAPUN DI SEKOLAH-SEKOLAH DI DUNIA INI. Menyedihkan! Padahal itu adalah fakta-fakta yang berasal langsung dari TUHAN dan telah didukung oleh serangkaian penelitian oleh ilmuwan-ilmuwan yang bahkan sekuleris! Luar biasa, angkuhnya ilmu pendidikan terhadap fakta di dunia ini!

Padahal di majalah “New Scientist” beliau sudah dianggap sebagai hero dalam melawan ilmu Darwinisme. Sudah cukup banyak ilmuwan Barat berdiri di belakangnya. Harun Yahya tidak hanya mengungkap masalah Darwinisme, tapi juga Mason. Sebuah ajaran yang dianggap sebagai penanggung jawab atas semua yang terjadi di dunia. Usahanya ini diganjar dengan kebaikan juga keburukan. Kebaikannya adalah dia telah membuat semua umat manusia sadar untuk berhati-hati dengan Masonisme yang secara halus memasuki kehidupan. Buruknya dia mendapatkan banyak teror pembunuhan, tapi seperti biasa, beliau yakin kalau Allah Maha Pelindung dan Maha Pembalas Makar. Saya juga belum tahu sih, mungkin ada beberapa masonis yang masuk Islam setelah membaca karya Harun Yahya, tapi cerita mereka tentunya tidak bisa disebarluaskan karena akan membahayakan hidup mualaf bersangkutan.

Pernah saya baca disebuah blog kalau Harun Yahya itu Pseudoscientist. Saya jawab, TIDAK. Makar masonislah yang menyebut kalau Harun Yahya itu seorang pseudoscientist. Seorang pseudoscientist ialah ilmuwan yang menyebarkan ketidakbenaran, sering tidak menggunakan argumen yang jelas [kalimat yang berbelit-belit dan tidak konsisten dalam menyampaikan argumen], tidak mencantumkan referensi dalam tulisannya dan sang scientist menganggap dirinya paling benar dengan tidak mencantumkan bahan-bahan lain. Harun Yahya tidaklah memiliki sifat-sifat seperti itu. Kalau mau bukti, baca saja karya Harun Yahya contoh “Keruntuhan Teori Evolusi”. Anda bisa melihat kalau Harun Yahya menulis karyanya dengan bahasa yang bagus, serta sikap yang rendah hati dalam tulisannya. Soalnya Harun Yahya selalu mendasarkan argumennya kepada Sang Maha Tahu, Allah swt.

Beliau juga mengungkap penderitaan di dunia ini yang disebabkan oleh Darwinisme. Mulai dari Stalin, seorang diktator yang mencintai Darwinisme, menghalalkan pembunuhan manusia sejumlah 40 juta dari berbagai etnis dengan dasar sebuah ‘ilmu’ bernama Teori Evolusi – Seleksi Alam.

Akhir kata, siapapun yang berpihak pada kebenaran, pasti Allah akan menolongnya.


Post-script:

Saat penulis menuliskan tulisan ini, penulis masih berusia sekitar 15-16 tahun jadi masih belum banyak belajar lebih jauh tentang identitas sejati dari Adnan Oktar yang memang kontroversial di Turki. Mungkin dalam waktu kedepan, penulis akan menuliskan beberapa hal sebagai refleksi dari tulisan lamanya ini dan beberapa informasi baru terkait Adnan Oktar a.k.a. Harun Yahya.

20 thoughts on “Harun Yahya bukan Pseudoscientist

  1. yah…
    lagi2 ulah mereka (masonis dkk.)…
    kayaknya klo kasus yg bgini, ujung2nya pasti mereka lagi…

    ko SRF dinyatakan ilegal???
    mang ga dpt ijin membuatny???
    lagipula buatnya kan pke kontrak…
    jdnya ketauan donk klo bkin pungutan liar…

  2. Salam
    Subhanalloh ya, begitulah jika ilmu2 Alloh yang terang diungkapkan, orang2 dzalim pasti menentangya, padahal sudah2 jelas2 mereka itu tidak logis, tujuannya tak lain hanya ingin menyesatkan manusia aja kali.

  3. @ don by : SRF sebenernya legal, malah mreka berdiri atas dsr liberalis-sekuler [cuma ga ekstrim], tp krn mreka organisasi yang anti-Darwinisme.. jdnya mereka dibilang ilegal ama agen2 mason (orang2 konservatif-republikan di turki)..

  4. Wah… maap nanya, mas, tapi masa sih teori evolusi itu sudah tidak diajarkan lagi di sekolah mana pun? Ujian nasional kemarin itu teman saya masih belajar teori evolusi, dan pas ujian SNMPTN kemarin, saya juga dapat materi yang diujikan berupa teori evolusi.🙂

    Err, lalu maaf, soal hubungan ateis-komunis-evolusi itu sebenarnya ngga bersangkut paut langsung dengan Darwin. ^^; Itu pengembangannya Herbert Spencer, ahli teori politik Inggris. Sementara tentang ateisme dalam evolusi itu barangkali maksudnya abiogenesis… yang mana sebenarnya ngga termasuk di common descent itu.🙂

  5. @ mas xaliber : coba liat deh kalimatnya mas..”Harun Yahya mengungkap fakta-fakta yang sampai sekarang TIDAK DIMASUKKAN KE BUKU SUBJEK BIOLOGI DI NEGARA MANAPUN DI SEKOLAH-SEKOLAH DI DUNIA INI” naah, saya justru ngebilang kalo gak ada yg ngecounter-evolusi di Buku2 sekolah, malah hampir semua buku sekolah nulis ttg evolusi.. but, kalo saya pikir2 lg, bbrp teori ttg asal-usul makhluk hidup itu ad kok, seperti masalah Fransisco Redi dll.. pas mas nyebut nama Herbert Spencer, ko jadi inget ya sama Thomas Huxley (kata HY dia ‘anjing’ darwin) ..ya mungkin mas bner jga tho.. sebenernya yang ngebikin teori Darwin itu disalah gunakan ya mulai dr Spencer ini.. trus kalo masalah Darwin dan hub. dgn ideologi2 laen.. mungkin toh pendiri dari ideologinya yang tertarik sehingga ideologinya ikut2an.. (kaya Marx yg muji Darwin, itu kn pndgn pribadi, g smua org komunis prcy Darwinisme, mrk hny dipks untk prcy) maklum mas saya masih belajar nulis masih muda.. masih banyak yang cacat.. saling melengkapi dan memberi masukan aj.. thx yaa.

    @ dib058 : yaa saya akui arti pseudoscientist yang saya sebutkan diatas kurang tepat… hmm.. kalo ttg masalah bukuny saya bakal cr deh… kayany seru tuh

  6. Oops. My misreading then. Sorry.🙂

    Tapi soal counter-nya HY kepada teori evolusi itu sendiri, menurut saya, kurang ilmiah juga. Di salah satu dasarnya beliau kalau nggak salah sempat menyatakan kalau teori evolusi itu menentang penciptaan… padahal teori evolusi hanya menyatakan tentang adanya common descent. Yang menentang adanya penciptaan itu sebenarnya konsep abiogenesis, yang bikin HY terbolak-balik sama teori evolusi. ^^;

    Btw, di link ke Turkish Daily News yang ada di atas itu memuat tentang pernyataan HY bahwa teori evolusi pun masih sejalan dengan Islam.

    “It is possible to be a good Muslim and a Darwinist at the same time,” said Oktar.

  7. hmmm gw dah sering liat karya-karya Harun Yahya beredar di toko-toko buku ( bukunya maupun DVDnya), gak heran klo banyak pihak yang gak setuju sama dia dan mau ngejelek-jelekin dia.

    yah klo mau memperjuangkan kebenaran emang banyak hambatannya. yang justru gampang tuh klo kita mau buat jahat, ada aja yang dukung

  8. kalau saya jadi guru biologi, pasti saya ungkapkan fakta yang ditemukan mr. yahya sebagai bahan perbandingan bagi siswa untuk membuka wawasan berpikir mereka bahwa seringkali manusia berpikir mereka tahu banyak hal padahal tuhan maha tahu

  9. wew iya tuh. Kata guru biologi gw yang bikin teori evolusi nggak bisa runtuh dengan mudah karena adanya kandungan Na dan Cl dalam tubuh manusia. Membuat para pendukung ahli evolusi percaya kalo manusia nggak mungkin tiba-tiba muncul di daratan, sebab kelimpahan Na dan Cl di dunia ini memang di lautan.

  10. @ visi : nah evolusionisnya gila lagi. manusia emang muncul dr lautan gitu? ckckc.. yang jelas tubuh kita tuh emang sih adapted ke water, cuma ga untuk waktu yg lama seperti yg evolusionis blg kalo manusia tu pertama2 di laut dlm waktu yg lama [disini gw heran, mereka bilang manusia jadi kaya ikan gitu, punya insang] terus adaptasi di daratan [dengan menghilangkan insangnya, dan tiba2 jadi idung! sebuah kebetulan yang aneh dan ga logis sama sekali, ITU NAMANYA ANEH].. Na dan Cl? bukannya itu mineral ga mesti dari laut yaaa… mm.. bisa jadi mereka dpt Na dan Cl itu tidak hanya dengan mereka tinggal di lautan lho~. mungkin dr hewan2 laut .. ato sumber2 mineral lain.. [jadi keinget kalo dulu belom ad yg bisa ekstraksi rock salt yaa, sori ga jelas replian saya]

  11. “Di bukunya yang terakhir, Atlas of Creation, sempat membuat para ilmuwan pro-Darwin gigit jari dan berusaha mencari jalan lain untuk menentang teori di Atlas of Creation.”

    ya elah, ini faktanya dari mana?
    setau saya, tidak ada ilmuwan yang gigit jari atau menganggap serius buku bukunya si harun yahya, hanya orang awam yang tidak mengerti yang bisa terpengaruh.

    plisss.. beriman boleh, tapi tidak berarti mau ditipu..
    yg paling gampang ya.. evolusi itu ciptaan Allah..

  12. Ketika evolusionis kehilangan akal dan tidak memiliki argument ilmiah yang paten dalam melawan argument Harun yahya maka mereka tidak lagi menggunakan argumentasi ilmiah dalam melawan Harun yahya tapi menggunakan jurus yang menyerang pribadi Harun dengan ‘kampanye hitam’ dengan mengatakan bahwa ‘ia bukan saintis’ dan karenanya tidak berhak berbicara tentang sains.padahal prinsip orang jujur dimanapun diseluruh dunia adalah : ‘AMBIL KEBENARAN SIAPAPUN YANG MENGATAKANNYA’ dan konsekuensinya tentu ‘BUANG KETIDAK BENARAN SIAPAPUN YANG MENGATAKANNYA’.termasuk dalam problem tentang Teori Darwin ini maka siapapun yang mengatakan yang benar perihal problem yang berkaitan dengan teori Darwin walaupun (andaikata) keluar dari mulut penggembala kambing maka saya akan mengambilnya tapi sebaliknya siapapun yang mengatakan sesuatu yang berkaitan dengan problem teori Darwin tapi jika salah walaupun ia keluar dari professor keluaran Harvard maka saya akan membuangnya ke tempat sampah. Jadi jangan lihat Harun yahya nya atau ‘bukan saintisnya’ tapi kaji argumentasinya secara ilmiah kalau salah juga harus bisa menyalahkan dengan argumentasi ilmiah sebab menyerang pribadi itu bukan tipikal ilmiwan.
    Jadi kalau anda merasa yakin memiliki suatu kebenaran yang ingin diungkapkan yang berhubungan dengan suatu pernyataan maka sanggah pernyataan itu dengan argumentasi ilmiah yang lebih baik jangan menyerang dengan menggunakan sentiment yang bersifat pribadi ungkapan:…….’dia bukan ilmuwan’…’dia tidak menghasilkan karya ilmiah apa apa’…
    Ingat orang bodoh sekalipun punya hak untuk mengatakan kebenaran yang diyakininya…dan untuk menyanggah orang bodoh sekalipun kita harus tetap dengan menggunakan argumentasi ilmiah,sebab bila menyanggah dengan menggunakan emosi pribadi dengan menyerang pribadi maka itu adalah justru ciri khas orang bodoh yang biasanya tidak disadari oleh si bodoh itu sendiri.(biasanya hanya orang lain yang bisa melihat karakter bodoh dari seseorang,sedang si bodoh malah merasa diri pintar).
    Dan ingat berkelit dari serangan argumentasi dengan menggunakan jurus ampuh ‘MEMBUNUH KARAKTER’ atau merendahkan pribadi orang yang menyerang maka dalam sepak bola itu sama dengan ‘TIDAK FAIR FLAY’
    Bila Harun yahya mengatakan : ‘pernyataan (evolusionis) bahwa zat tak hidup dapat bergabung membentuk makluk hidup,belum pernah diuktikan baik melalui pengamatan maupun percobaan maupun’…..maka coba sanggah dengan argumentasi ilmiah sehingga publik tahu dan bisa menilai.tapi bila argument Harun disepelekan, diabaikan,ditolak dengan dalih ‘ia bukan ilmuwan’ maka kalau dalam permainan sepak bola itu adalah sikap yang TIDAK FAIR FLAY alias licik,sebab bukan essensi permasalahan yang dikaji tapi memandang orang dan merendahkannya dan ini bukan sifat ilmuwan sejati.

  13. klo ga mau disebut pseudoscientist, paling ga Adnan Oktar harusnya punya 1 tulisan ilmiah, yaitu skripsi/tugas akhirnya saat menyelesaikan S1. nah harusnya itu yg dia tunjukkan. klo mau disebut ilmuwan kaliber dunia, terbitkan jurnal ilmiah yg bisa di-peer review oleh ilmuwan lain.

    Sayangnya Adnan Oktar tak melakukan itu. Malah sibuk buat buku yang isinya kutipan-kutipan saja. Ga heran ada yg menjulukinya quote-miner :p

  14. ”Seorang
    pseudoscientist ialah ilmuwan yang menyebarkan ketidakbenaran, sering
    tidak menggunakan argumen yang jelas
    [kalimat yang berbelit-belit dan tidak
    konsisten dalam menyampaikan
    argumen], tidak mencantumkan
    referensi dalam tulisannya dan sang scientist menganggap dirinya paling
    benar dengan tidak mencantumkan
    bahan-bahan lain.”

    Ente ngerti istilah pseudosains kagak tong? Berani amat bilangin sampe segitunya. Penemuan Kadal naga komodo, kasuari, okapi itu hasil riset dari cryptozoology, cabang dari pseudosains. Kelemahan pseudosains itu karna tak menggunakan kaidah sains yg benar, contohnya harus bisa dikoreksikan. Jgn asal mangap aja tong. Huuhuhuhuhuhu dan soal harun yahya. Ane gak tau berapa banyak ilmuwan barat yg ada di belakang harun yahya :p tapi,, karya buku harun yahya hnya menjadi bahan tertawaan, olok olokan dan joke dikalangan saintis. Hahahahahahahaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s