Trip Observasi : Sebuah Kenangan [1]

Posting ini gue dedikasikan untuk angkatan Emperor, kelompok gue Augustus, kakak-kakak PO Rastra, anak-anak SIGMA SC -yang bikin pos bayangan-, orang-orang di desa Cibeber, Purwakarta, aki-aki bergaya bak hippies yang selalu melantunkan “Ya hayyu ya qoyyum la ilahaila anta”, untuk name tag tercinta yang sekarang mungkin udah jadi kertas lagi setelah di daur ulang, untuk keluarganya Recca (Ratna) yang udah ngasih tempat untuk bikin nametag… untuk kak Dipe.. untuk kertas karton, untuk keluarga Ima yang juga ngasi tempat untuk bikin name tag, untuk Masjid Muhajirin yang jadi tempat bagi-bagi karton, untuk Aula yang jadi saksi sejarah bisu pemilihan Ketang dan pemberian Namang.. dan lain-lain yang gak bisa gue sebutkan…

Baiklah kita langsung saja. Sudah hampir setahun sebuah angkatan yang bernama Emperor lahir… Emperor lahir saat hujan deras turun di Kalimalang. Beginilah kira-kira ceritanya :

dan EMPEROR PUN LAHIR…
Mereka memakai jas abu-abu, berdiri di depan sekian banyak anak, sekitar 200 orang. Tampak 200 orang itu masih sangat berisik, seakan masih berspekulasi apa yang akan dilakukan oleh para “jas abu-abu” itu. Ada yang bilang, wah kita bakal dibentak-bentak, wah kita bakal diplonco, dan wah kita bakal macam-macam. Tapi riuh rendah suara ini hilang setelah sebuah suara mezzosopran terdengar. “Atensinya dong dek!!!” “Dek kalian di sini untuk ANGKATAN KALIAN DEK!” Beberapa sekon kemudian, seorang jas abu-abu mengumumkan sesuatu. Intinya adalah tentang pemilihan Ketua Angkatan. Sesaat, ruangan sepi saat sang announcer meminta beberapa anak untuk jadi kandidat Ketua Angkatan secara sukarela.

Satu-persatu orang maju. Dari mulai anak yang ‘kasian’ sampai yang keren. Yang cewek juga ada. Dihitung dengan jari, sekitar 5 atau 7 yang jadi kandidat Ketang. Saat itulah, serombongan anak berjumlah 23 datang dari kelas mereka. Mereka baru saja bergulat dengan soal-soal Matematika sewaktu itu. 23 anak ini langsung berbaur dan bertanya-tanya sudah apa saja yang terjadi. Kemudian dibacakanlah visi-misi secara impromptu oleh setiap kandidat Ketang. Teriakan “Kalian peduli ga sama angkatan kalian?!!” terdengar beberapa kali.. dan beberapa anak memasang muka agak frustasi, terlihat bete dengan teriakan-teriakan. Kemudian, saat memilih tiba. Kandidat yang ber-lima entah ber-enam atau malah ber-tujuh itu disuruh membalik badan.

Seorang berjas abu-abu dengan tali komando biru kuning menginstruksikan anak-anak yang tidak jadi kandidat untuk memilih kandidatnya dengan tunjuk tangan. “Jangan ada yang tunjuk tangan lebih dari dua kali ya! Ini serius!” kata seorang jas abu-abu. Terdengar riuh rendah beberapa anak yang sedang mempertimbangkan pilihannya. “Eh, kita pilih si Anu ya” atau “Jangan dia, dia mah gitu orangnya”. Pemilihan dimulai. Kandidat satu, banyak juga. Kandidat dua, lumayan. Kandidat tiga, NOL. NOL? Serius? Saking ironisnya, sang jas abu-abu bertali komando kuning bilang “YANG MILIH SERATUS!!”. Respon memelas dari para pemilih muncul, “Ih ga lucu deh, nyindir2 gini, kasian”. Sampai selesai.

Akhirnya terpilihlah seorang Ketang. Ketang ini adalah seorang cewek. Setelah itu, Ketang ini disuruh untuk memilih asistennya. Sekretaris, Bendahara, dan Waketang. Spekulasi muncul lagi. Dikhawatirkan Ketang cewek yang terpilih tak kuat fisik. Tapi semua itu ‘kan terbukti nantinya. Nama angkatan pun diberikan. Mulanya ada 2 pilihan. Sebuah adalah Emperor, sebuah lagi adalah nama apalah itu. Serentak 200 orang memilih nama Emperor, cukup keren. Meskipun ada SESEORANG yang menolak nama itu karena dianggap norak! Desain nametag angkatan pun diberikan. Lengkap juga dengan sinyal-sinyal panggilan dengan priwitan khas TO.

Beberapa lama kemudian 200 orang ini sudah dibagi menjadi kelompok-kelompok. Satu kelompok terdiri dari sekitar 10-12 orang yang dibina oleh seorang yang bernama Kamit, dimana Kamit adalah para jas abu-abu. Suasana kemudian cukup kacau, semua orang tampak cemas, gembira, frustasi, dan lain-lain perasaan. Kelompok-kelompok ini kemudian menentukan ketua kelompok mereka, bagaimana mereka akan membuat nametag, dan lain-lain.

-Assembled!
Pagi cerah hari rabu, muka-muka bertemu di sebuah lapangan hijau di depan masjid al-Muhajirin. Beberapa muka tampak sedang sangat gelisah dan tangannya sedang memegang handphone. Di sebuah sudut, beberapa wanita dan dibantu dengan pria-pria membawa setumpuk bahan. Asturo, Manila, Gunting, Lem, Kertas bling-bling, Plastik Laminating, tali, atau apalah itu yang diperlukan untuk sebuah nametag berukuran torso.

Motor mulai berjubel. Setelah dikira hampir setengah atau lebih dari jumlah 200 orang telah hadir, sang Ketang memulai instruksinya, bahwa secara resmi mulai hari Rabu adalah hari pembuatan nametag. Dan ada deadline untuk pembuatan nametag tersebut. Pada saat itu, sebuah mayat juga sedang disolatkan di Mesjid. Beberapa anak yang masih berisik kemudian diam. Walaupun begitu, pembagian karton tetap berjalan. Sangat melelahkan. Sampai sekitar satu jam pembagian baru selesai karena ada beberapa bahan yang belum terbeli atau ada satu kelompok yang hanya satu orang saja yang datang. Sedih.

Beberapa mulai kehausan. Beberapa lagi mencari makanan. Tapi, ada beberapa juga yang langsung pergi ke basecamp kelompok mereka yang sudah ditentukan untuk membuat sebuah nametag.. bukan sebuah, tapi berbuah-buah…

BAGIAN [1] AKAN DILANJUTKAN

4 thoughts on “Trip Observasi : Sebuah Kenangan [1]

  1. huu
    ikut bikin name tag cuma 2 hari
    pra to nggak ikut
    sakiit
    mana dapet kaos yang tangan pendek lgii
    fuuh
    tpi itu udah jadi kenangan sii

    EMPEROR!!!
    JAYA!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s