Ketika Roda Depan Tak Terbuka

In-depth report by neorhazes

Itulah yang terjadi, tanggal 23 Februari 2009 lalu di angkasa kota Batam pada sebuah pesawat maskapai penerbangan LION AIR Jenis MD 90 dengan nomor penerbangan JT 972. Pilot, kru penerbangan dan para penumpang bersyukur karena pesawat akhirnya bisa mendarat dengan mulus dan selamat di Hang Nadim Airport, meskipun tanpa roda depan. Sang pilot penerbangan JT 972 ini patut diacungi jempol karena teknik penerbangannya dengan mempertimbangkan safety pesawat dan terutama- jiwa-jiwa para manusia yang berada di kabin pesawat.

Padahal tanpa roda depan, pesawat bisa-bisa mendarat, tapi tidak selamat. Hancur atau terbakar karena meleset dari landasan. Entah kenapa, saya merasa ada bantuan Yang Kuasa dan Yang Tak Terlihat pada penerbangan ini. Sebuah fenomena bukan? Tidak seperti sebelumnya, pesawat Indonesia yang mengalami masalah pasti akhirnya akan celaka. Tapi kali ini tidak.

Karenanya, dalam posting ini saya akan mereveal dan mengungkapkan secara detail penerbangan JT 972 ini, mengungkap segala keajaibannya.

Awal Kejadian

md90-m32523

Pesawat Boeing MD-90 yang digunakan Lion Air

Pesawat Lion Air JT 972 ini semula dijadwalkan berangkat pada pukul 13:00 WIB dari Bandara Polonia. Namun pihak Lion Air mendelay jadwal keberangkatan menjadi lebih lama 3 jam, yaitu pukul 16:00. Biasanya penerbangan pesawat dari Medan dari Jakarta menghabiskan waktu sekitar 1 setengah jam sampai 2 jam. Untuk penerbangan Lion Air kali ini tidak. Pilot penerbangan JT 972, Anwar Hariyanto, merasakan ada suatu masalah yang cukup fatal pada pesawatnya.

Panik

Ketika menemukan bahwa roda depan tidak bisa di-deploy oleh pak pilot, kemudian pak pilot memberitahu para pramugari untuk mengumumkan hal ini kepada para penumpang. Situasi mendadak menjadi ramai setelah para pramugari mengumumkan bahwa pesawat akan mendarat darurat. Para penumpang langsung teringat dengan kejadian-kejadian kecelakaan transportasi udara yang tragis dan berakhir menyedihkan. Entah itu di Medan, di Adisucipto, atau di Semarang.

Seperti terlihat di video amatir yang direkam oleh seorang penumpang bernama Iskandar, terlihat para pramugari mondar-mandir untuk menenangkan para penumpang yang nampak sangat khawatir dan cemas. Beberapa bahkan menangis dan sesak nafas.

Disaat itu juga, Capt. Anwar sedang berusaha sekuat tenaga dengan mengandalkan segala kemampuannya untuk mendaratkan pesawat. Capt. Anwar tidak berani mendaratkan pesawat langsung, karena saat itu tangki bahan bakar pesawat masih cukup penuh dan bisa berakibat terjadinya explosion bila dipaksakan untuk crash landing. Capt. Anwar pun memutuskan untuk terus berputar di atas langit Batam sambil menghabiskan bensin.

Upaya pendaratan

Sampai jam 7 malam, pesawat Lion Air masih berputar-putar. Saat itu juga, Capt Anwar melakukan komunikasi dengan petugas Air Traffic Control di Hang Nadim Airport. Berikut ini adalah skrip yang saya ambol dari http://martyn.web.id

ATC Irwan : “Lion JT972. Di sini ATC, bisa diterima?”
Captain Anwar : “Oke… Silakan…”
ATC Irwan : “Oke… Di mana posisi dan berapa ketinggian?”
Captain Anwar : “Posisi long final, ketinggian 2000 kaki.”
ATC Irwan : “Lion JT972 silakan lanjut, pertahankan kecepatan, dan arahkan ke landasan pacu 04.”
Captain Anwar : “Oke… oke….”
Petugas ATC secara berkala menanyakan posisi dan ketinggian pesawat.
ATC Irwan : “Boleh tahu di mana posisi dan di ketinggian berapa.”
Captain Anwar : “Oke….”
ATC Irwan : “Lion JT 972 upaya telah dilakukan.”
Captain Anwar : “Prosedur manual telah dilakukan.”
Captain Anwar : “Saya telah coba pull up”

Saat itu, sebenarnya pesawat sudah dalam posisi ancang-ancang untuk mendarat, yang dikodekan dengan “long final” dengan jarak sekitar 2000 kaki dari landasan. Biasanya penerbangan mengambil jarak 30000 kaki. Berarti jarak 2000 kaki atau sekitar 600 m lagi sudah bisa dibilang sangat rendah dan dekat untuk penerbangan komersil. Di dialog ini, kita mengetahui juga bahwa Capt Anwar sudah melakukan prosedur manual untuk melakukan pull up (menarik tuas) supaya roda depan pesawat bisa di-deploy dan mendarat secara normal. (Saya mencoba cari referensi lebih lanjut ttg pull-up, yang bisa koreksi tolong yah kalo ada salah)

Capt Anwar pun mencoba untuk mendarat pada saat-saat ini, sekitar pukul 6 sampai pukul setengah 8. Tapi niat pendaratan diurungkan.

Capt Daniel, Direktur Ops Lion Air, mencoba berkomunikasi lagi ke pesawat Lion Air JT 972. Capt Daniel mengintruksikan Capt Anwar untuk mencoba pull up dan menarik tuas sekuat mungkin. Perbincangan ini tepatnya pada saat 30 menit sebelum mendarat. Capt Daniel juga memberitahukan instruksi untuk pendaratan darurat di Hang Nadim Airport. Sejumlah pemadam kebakaran dan ambulans disiagakan di sekitar landasan, mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Saat-saat pendaratan

Sudah jam 8 kurang di Batam, dan Capt Anwar melihat bahwa bahan bakar semakin menipis. Capt Anwar menginstruksikan para pragmugara dan pramugari untuk mengumumkan kepada para penumpang bahwa lampu kabin akan segera dimatikan, dan penumpang diharapkan untuk segera memakai seat belt. Kondisi yang terlihat di kabin pada video pak Iskandar cukup jelas. Penumpang masih agak ramai dan beberapa sudah mulai mencoba untuk tenang sambil berdoa.

Yak, berdoa. Mungkin inilah kunci kesuksesan Capt Anwar saat mendaratkan pesawatnya. Juga tentunya dibantu oleh doa-doa para penumpang dibalik kabin. (Saya mencari kesaksian penumpangnya susah juga, Gak nemu2)

15 menit sebelum pendaratan, Capt Anwar “request for landing” di landasan pacu 04 dan diamini oleh ATC Hang Nadim. Suara Capt Anwar cukup tenang. Tidak terlalu khawatir. Capt Anwar telah mensugesti dirinya bahwa pesawat ini akan mendarat dengan mulus, tanpa cacat sedikitpun. Dan yang terjadi adalah.. sebuah kehendak baik.. pesawat mendarat dengan lancar. Meskipun sedikit percikan tercipta.

Tidak ada ledakan. Tidak ada korban. Hanya ada korban shock.

Takbir terdengar. Tahmid menggema. Puji Tuhan dimana-mana. Atmosfir kegembiraan bercampur keharuan tergambar jelas di Hang Nadim Airport. Semua yakin, tangan Tuhan ada dibalik pendaratan pesawat ini.

Semua pihak memuji usaha Capt Anwar yang bijaksana dalam mendaratkan pesawat dengan sangat profesional dan tenang.

Masalahnya ada di…

front_wheel_a1

Diagram roda depan pesawat Boeing

Masalah tidak terdeploynya roda depan, menurut investigasi tim KNKT sejauh ini, adalah karena patahnya sebuah komponen bernama Water Deflector. Fungsi Water Deflector ini jelas, untuk mencegah kerusakan komponen pesawat karena adanya air. Water deflector ini berupa sebuah plate yang diletakkan mengelilingi roda pesawat. Sehingga kerusakan Water deflector bisa berakibat pada terhalangnya deployment roda depan.

Kasus lain “tidak terbukanya roda depan”

Hari Valentine tahun 2009 tepatnya penerbangan British Airways nomor 8456 kembali dari Amsterdam menuju London City Airport. Saat akan mendarat, nose wheel dari pesawat mengalami failure sehingga mengakibatkan British Airways mendarat darurat di London City Airport. Asap membumbung dari lokasi kejadian dan cukup banyak yang terluka dalam peristiwa ini.

Sepertinya Tuhan telah memberikan sinyal bahwa peristiwa ini akan terjadi kembali, sehingga kita bisa mengambil pelajaran.

Epilog

Kekuatan doa dan sugesti merupakan kekuatan bagi suksesnya pendaratan pesawat ini. Kerjasama antar tim yang solid dan kokoh sangat dibutuhkan untuk saling mengingatkan tentang segala hal.

Lion Air JT 972 merupakan salah satu penerbangan yang bisa dibilang “telur diujung tanduk”, tapi “telur”nya berhasil diselamatkan.





6 thoughts on “Ketika Roda Depan Tak Terbuka

  1. Video amatirnya nyari dmn bos…??

    Qren tuu…klo maen d Flight Simulator ni Pilot uda Lulus Level Advance..!!

    Dy bs memakai Speed Landing lbh pelan dr standar…Trus bs menahan Nose pesawat agar tidak menyentuh Tanah sebelum waktunya…!!

    Mungkin klo Pilotnya panik…bs” Nose uda nempel Tanah dr awal Touch down…yg mgkn bs brakibat sgt fatal…!!!

    Q liat Pesawatnya di berita…cuma tergores dkit…!! ga ampe dalem…

    Itu bukti klo pesawat emank ga langsung di tempelin Nosenya stlh Touch Down…!!

    Klo psawat Landing Normal…beberapa Saat stlh Touch Down pasti Pilot akan mengimbanginya dg menurunkan Nose agar nempel tanah…!!!

    Salut bwt Pilotnya….Jarang ada pilot gni…!!!

    Trus yang bwt di Cengkareng…!!

    Kyknya sang Pilot grogi tu…!! gra” hujan…!!

    Q pernah nyobain Flight Simulator mendarat di Heavy Storm…!!
    Emank susah…!!

    Tp klo ampe tergelincir gtu kliatan bgt ada yang salah dr teknik pendaratan sang Pilot…!!

    Uda tw Ujan…tp ga EXTREME hati”…!!!

    Untunk aja cm korban Shok…!!!

  2. @ Tobi :
    tumben2 ada pemain MFS ke seneh.. saia pgn maen MFS tp gajadi2.. lom beli sofwerna~
    hahahaha..
    wah analisanya mas tobi bner juga tuh..
    emang pilotnya kereeen..
    bener2 profesional dlm menjalankan tugas…

    yang di CENGKARENG sih emang ud ketauan lg tegang tu pilotnya..
    ampe kegelincir bbrp meter gituh dr landasan..

    tp faktor cuaca jg ngepek si emang..
    itukan landasan cengkareng lg licin bet..

  3. Klo mnrutQ….pilot di Cengkareng tuu kyknya gegabah…stlh Q liat Video dr wartawan TVRI….q nyadar…jarak pandang pendek banget dg Hujan sederes itu…bs dikatagori Heavy Rain…!!!

    Bgusnya tu pesawat mendarat di tempat laen dulu utk smentara….tp dipaksain…!!!

    Kenapa yang sealu disalahkn Cuaca…?? pdhl cuaca adlh Anugrah dr langit utk bumi…!!

    Hrsnya sbg Pilot bs ngambil kputusan dong…!!

    Persaan di saat Heavy Rain tsb cm Lion yang Landing yah…?? kmn psawat yg Laen…??

    @neorhazes: Pinjem aja di persewaan..!! qren lowh yg FSX…!!!
    Scenery n Realitynya lebih manteb…!!

    Q pernah iseng” nyoba simulasi Heavy Storm di Bandara Juanda Surabaya…!!

    Awal Take Off emank ga segampang byasanya…!! Pesawat jd gampang oleng..! (saat itu angin diseting berhembus dr utara)

    Setelah berhasil take off dg susah payah..
    Q cba bwt Landing…!!

    Susah bgt tuu bwt Maintain Approachingnya…!! Q pake Joystick hrs nyeimbangin terus…!!!

    Yahh wlpun pd akhirnya Crash juga tuu pswat…gra” mendarat d samping landasan krn kena angin..hehehe

    Jd q bs menilai tindakan Pilot Lion yang di cengkareng…!! sama spt tindakanQ itu…!!

    Harusnya tu pilot Latian n Harus lulus dulu pke FSX…!!

    dger” ciee…Simulasi di Sekolah Pilotnya Garuda pke Flight Simulator luwh…!!
    Tp dg alat sbenarnya…jd panel Instrumen yg nyata n memakai Layar spt Pandangan di pesawat..!!

    Q Pgen nyobain…hehehe…!!

    Oia hmpir lupa..!! itu pswat bs Oleng mgkn krn pswat msh terlalu cpet speednya…mgkn msh di atas Kec.standar bwt Landing yg di karenakan Hujan (spt yg q blg td,maintainya susah). Mkanya stlh Touch down n permukaan Runway yang berair membuat Gaya Gesek Ban n Aspal berkurang…jd ga Heran Ban pesawat jd Selip…!!

    Klo ga percaya coba ndiri…!! Ujan” ngbut naek Mobil ato motor…ampe skitar 60Km/H trus ngerem mendadak banget…!!

    Di jamin langsung masuk Rumah Sakit..paling parah masuk liang lahat…!!!

    Begitulah ilustrasinya…!!

    tp liat aja ntar gmn hasil penyelidikan…

  4. Sedikit tambahan….

    Setelah Lion yang di cengkareng itu di bawa ke Apron utk di selidiki..Tim KNKT mlakukan Razidak (Razia Mendadak) kpd pswat yang ada di Apron..stlh di cek..Hasilnya…!!

    1. Ada pswat Lion Air yang bannya berlubang sedalam 1.5cm.

    Gile ga tuu…klo dpake Landing skali mgkn ga mslh…tp klo dpake trus”an bs mletus balon Hijau DDWWAARRRR….hehehe

    2. Ada pesawat Garuda Indonesia yang tertangkap Kering (hah?) klo 6 baut di bagian Flap HILANG….yah…HILANG….ga slah baca kog…H..I…L…A…N…G…HILANG…!!

    Barang syapa yg Naek pswat itu H2C..!!
    Syapa taw ntar pas mw TO ato Landing tu Flap lepas….!!
    Hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s