Mana yang kau pilih AFSEL : Rasisme atau Piala Dunia?

Beberapa hari yang lalu, ketika saya membaca koran Republika, saya cukup tertarik untuk membaca sebuah berita. Berita tersebut mengabarkan tentang pembunuhan terhadap pimpinan organisasi sayap ultra-kanan di Afrika Selatan, Eugene Terre-Blanche.

Berita ini cukup menarik untuk diikuti karena Afrika Selatan adalah negara yang baru 2 dekade lalu keluar dari isu apartheidnya dan karena Afrika Selatan adalah tuan rumah sebuah kompetisi sepakbola dunia, World Cup 2010, yang akan diadakan bulan Juni ini.

Tentunya tidak ada yang mau World Cup 2010 yang seharusnya menjadi ajang paling meriah tiba-tiba tercemari oleh rasisme.

Tapi sepertinya sentimen untuk rasisme justru makin menguat setelah pembunuhan Eugene Terreblanche. Beberapa minggu yang lalu, sebuah TV swasta nasional di Afrika Selatan menyiarkan debat yang mempertemukan antara pihak ANC (organisasi politik kulit hitam terbesar di AFSEL) dan pihak AWB (ormas kulit putih di AFSEL). Saking panasnya debat ini, pembicara dari AWB mencak-mencak, mengeluarkan kata yang agak kasar, dan membanting microphonenya.

Pada saat presenter TV yang kebetulan berkulit hitam mencoba menenangkan, pembicara dari AWB ini malah mendorong si presenter TV (tapi tidak sampai jatuh). Beberapa petugas mencoba untuk memisahkan mereka.

Insiden itu bukan satu-satunya kejadian yang makin mempertajam konflik apartheid di Afsel. Ada kasus juga ketika ANC mengadakan konferensi pers, dan salah satu wartawan menyinggung soal racism. Malemba, ketua divisi pemuda ANC, yang sedang melakukan konpers langsung membentak wartawan dari BBC itu dan menyuruhnya untuk keluar, bahkan meneriakkan kata “BASTARD!”.

FW de Klerk dan Nelson Mandela

Saya jadi heran, kok sepertinya ada pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana damai Afsel yang telah diciptakan oleh Nelson Mandela dan FW de Klerk 20 tahun yang lalu. Apakah pembunuhan Terreblanche direncanakan sedemikian rupa sehingga terjadi beberapa bulan sebelum event Piala Dunia 2010?

Afsel mau tak mau, harus kembali merajut tali-tali persaudaraan mereka. Isu apartheid adalah isu basi, isu kampungan yang harusnya tidak jadi komoditas pembicaraan lagi. Tapi, entah AWB dan ANC seolah ingin sekali untuk terus membahas isu tentang rasisme dan apartheid, seolah kulit putih dan kulit hitam memang ingin membuat ras mereka bisa mendominasi Afsel. Nelson Mandela toh menekankan bahwa Afsel adalah milik dua kulit, atau malah multi-kulit (putih, hitam, coklat, kuning).

Kalau pemerintah Afsel membiarkan kasus ini terus dibicarakan dan bahkan dipanaskan oleh kedua kubu, AWB dan ANC, mungkin saja insiden-insiden rasis tahun 1960-an akan terulang lagi. Peran Nelson Mandela? Ya kalau mau dibilang peran beliau memang penting, tapi.. beliau kan sudah sangat sepuh.. umurnya saja sudah lebih dari 90 tahun. Harusnya generasi Afsel sekarang berpikir bahwa mereka harus menghargai kerja keras Mandela selama bertahun-tahun untuk berjuang demi kesetaraan dan hilangnya apartheid dari Afsel, bukannya malah memperkeruh dengan insiden-insiden yang muncul akhir-akhir ini.

“When I get older, I’ll be stronger”

Lagipula Piala Dunia 2010 merupakan sebuah even internasional. Ya, internasional. Ada banyak ras yang akan berkumpul di Afsel untuk menonton PD 2010. Tidak hanya kulit putih dan kulit hitam. Kuning, merah, pucat, sawo matang bahkan akan berkumpul semua untuk selebrasi Piala Dunia 2010. Apa jadinya Afsel kalau isu rasis ini muncul ditengah perayaan Piala Dunia 2010? Pastinya orang-orang jadi ogah dan ketakutan untuk menonton Piala Dunia 2010, dan adanya malah pemboikotan besar-besaran (seperti Olimpiade Musim Panas 1980 Moskow).

Seharusnya, masyarakat Afsel bahwa mereka harus belajar dari sejarah dan yang lalu biarlah berlalu. Sekarang Afsel adalah sebuah negara dengan keragaman rasial terbesar di Afrika. Bukankah itu seharusnya menjadi keunggulan Afsel?

Kita hanya bisa berharap bahwa Piala Dunia 2010 nanti akan berlangsung lancar tanpa ada isu-isu sentimentil seperti rasisme dan warna kulit yang muncul. Biarkan pertandingan yang bersahabat dan gol-gol indah tercipta, bukan justru kerusuhan yang tercipta.

2 thoughts on “Mana yang kau pilih AFSEL : Rasisme atau Piala Dunia?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s