Krisis Lingkungan di Afrika

Krisis Lingkungan di Afrika

Hadza Min Fadhli Robby

Afrika merupakan salah satu benua yang seringkali tercerminkan sebagai benua yang penuh keterpurukan dan krisis dimana-mana. Mulai dari krisis nasional, identitas, multietnis, agama sampai dengan krisis lingkungan. Salah satu krisis yang telah merenggut Afrika sejak pertengahan abad ke-20 adalah masalah lingkungan. Dengan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi, beberapa negara di Afrika mulai mengembangkan industri pabrik secara masif di wilayahnya. Perkembangan ini memang melancarkan kucuran uang bagi negara-negara Afrika, tapi sayangnya lingkunganlah yang harus dikorbankan karena hal tersebut.

Keadaan lingkungan di Afrika yang semula bersih dan menawan seperti seorang perawan, kini terancam. Beberapa unsur penting lingkungan, seperti hutan, air bersih, dan pertanahan sangat terganggu oleh adanya pencemaran industri. Mari kita ambil contoh dari masalah kehutanan. Afrika merupakan salah satu benua dengan presentase luas hutan terbesar di dunia. Ironisnya, Afrika adalah benua yang paling cepat terbabat hutannya, berdasarkan statistik yang dikeluarkan oleh UNEP [1].

Hal ini tentu harus diperhatikan oleh masyarakat internasional, karena dunia akan sangat membutuhkan hutan dari Afrika yang menyokong dan menetralisir bumi dari gas-gas rumah kaca dan polutan industri yang berbahaya. PBB memang telah membentuk sebuah stakeholder untuk menangani masalah lingkungan yaitu UNEP (United Nations Environmental Program), tapi program-program dan intervensi yang dicoba UNEP untuk di implementasikan di Afrika terganjal beberapa masalah, diantaranya terganjal masalah politik dan masalah ekonomi.

Selain masalah hutan, masalah air bersih di Afrika merupakan masalah yang cukup krusial untuk segera diselesaikan di Afrika. Sebenarnya, pada masa lalu, kualitas dan jumlah air di Afrika sangat mencukupi kehidupan masyarakat disana. Tetapi, seiring dengan proyek industrialisasi diatas, seperti yang penulis singgung diatas, telah merubah kualitas air di Afrika yang beberapa diantaranya terpolusi oleh limbah pabrikan.

Tak hanya polusi yang menyebabkan Afrika mengalami krisis air. Di beberapa negara Afrika, seperti di wilayah Afrika Timur (Ethiopia dan sekitarnya), dikenal sebagai daerah yang terkering di dunia dengan curah hujan yang sangat rendah pertahunnya. Ternyata, sebab dari kekurangan air di Ethiopia ini adalah masalah pembalakan liar hutan yang menyebabkan daerah Ethiopia tidak memiliki daerah penyerap air. Inilah yang menyebabkan daerah Ethiopia mengalami penggurunan secara besar-besaran pada dekade 70-80an [2], yang sempat menimbulkan krisis sosial disana.

Beberapa program mulai dijalankan di wilayah Afrika Timur untuk menyelesaikan krisis air. Mulai dari penyumbangan air suling secara langsung hingga percobaan pembangunan industri penyulingan air murni dari air laut. Ada dari beberapa program-program ini mengalami sukses, tapi ada juga yang berhenti di jalan karena susahnya biaya dan dana untuk implementasi proyek di kawasan Afrika Timur.

Krisis-krisis lingkungan, yang penulis telah coba sebutkan diatas, hendaknya diperhatikan karena ini menyangkut kehidupan manusia. Afrika, sebagai bagian dari dunia, pantas untuk diacuhkan karena mereka merupakan aset penting untuk dunia, terutama dalam masalah lingkungan, karena Afrika memiliki kekayaan alam yang masih banyak dan mungkin masih belum terselidiki secara lebih mendalam.

Saatnya bagi negara-negara yang telah maju untuk mengambil langkah dan tidak egois dengan industrialisasi yang membuat mereka melupakan makna untuk menyelamatkan dunia ini dari dampak yang lebih buruk di masa depannya. Salah satu cara untuk menyelamatkan dunia, adalah mulai dengan menyelamatkan Afrika, paru-paru dunia.

REFERENSI :


  1. http://www.unep.org/dewa/Africa/publications/aeo-1/ (Diakses pada tanggal 20 Agustus 2010, 12:32 am)
  2. www.africasummit.org/publications/Environment.pdf (Diunggah pada tanggal 20 Agustus 2010, 12:40 am)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s