Kenapa Susah Nulis?

Kecenderungan aku untuk nulis seperti di blog sangatlah susah. Sebelumnya aku kira, dengan duduknya aku di kursi kuliah, tulis menulis akan menjadi kerjaan rutinku, apalagi di blog. Nah, memang tulis menulis tetap jalan dengan gampang, tanpa hambatan, malah jadi kerjaan mingguan yang seolah tak berhenti. Tapi…

Ya, tapi itu tugas akademik. Sebagai seorang mahasiswa. Untuk mengejar IPK.

Aku tidak menyadari menulis sebagai sebuah hobi lagi. Sebagai sebuah curahan rasa. Sebagai sebuah sarana untuk mengungkapkan ide. Tapi merupakan sebuah tekanan. Sebuah kewajiban yang cenderung dipaksakan, atau diarahkan untuk kepentingan tertentu.

AKU MASIH INGIN MENULIS DENGAN HATI.

Setiap aku ingin menulis, entah itu curhat atau apa, otakku mampet. Selain karena otakku terlalu penuh dengan kata-kata akademik yang baku dan kaku, aku juga terbatasi oleh figur 140 karakter bernama twitter. Ya, mikroblogging memang menyenangkan, tapi sangat menyebalkan ketika kamu memang cinta menulis dan ide kamu hanya terbatasi oleh 140 karakter.

AKU INGIN MENULIS DENGAN HATI. LAGI.

Aku ingin mencairkan idealisme ku yang beku dan diam di otak, yang tertutup oleh mulutku yang introvert. Aku, bukan siapa lagi, aku ingin merubah dunia dengan tulisanku.

KAPAN LAGI KALAU BUKAN SEKARANG.

3 thoughts on “Kenapa Susah Nulis?

  1. Ping-balik: Menemukan Mood! « Catetanlaen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s