Holiday Notes: CASABLANCA

” Play it Sam, for old times’ sake ”

” I don’t know what you mean, Miss Ilsa ”

” Play it Sam, play… ‘As Time Goes By’ ”

Mungkin ada yang familiar dengan movie line itu, terutama buat mereka yang suka film-film atau lagu klasik. Atau mungkin malah nggak tahu sama sekali?

Yap, movie line itu dari film Casablanca, sebuah film klasik yang diproduksi oleh Warner Bros. Corp., dan dirilis waktu perang dunia lagi seru-serunya, tahun 1941. Baru kemarin malam, aku mengunduh film ini dari site torrent. Entah kenapa tiba-tiba terpikir untuk mengunduh film-film klasik, padahal sorenya aku ngunduh Insidious.

Dan ternyata, kesan awalku sama film ini jauh sama apa yang aku lihat di filmnya. Aku kira alur ceritanya bakal bikin ngantuk, dan memang, aku nonton film Casablanca ini lewat tengah malam. Sengaja sih, buat ngobatin insomnia. Tapi, ternyata hal itu nggak berlaku sama sekali.

Casablanca emang dinisbatkan sama penggemar film sebagai salah satu film yang patut ditonton oleh semua generasi. Pesan moralnya bagus banget. Alurnya juga mantap dan pas, nggak ada cerita yang berlebihan atau alur yang kira-kira nggak nyambung. Semuanya pas. Walaupun dibuat waktu PD II, tapi film ini secara kualitas sangat mumpuni dan karenanya mendulang banyak penghargaan Academy Awards, termasuk Best Picture.

Oke, sebelum terlalu banyak basa-basi, mungkin aku bakal cerita tentang alur film ini.

[WARNING: SPOILER]

Film ini dimulai dengan overview tentang kondisi Eropa waktu PD II. Karena invasi Nazi yang masif di wilayah Eropa, terutama setelah Prancis dicaplok, banyak orang Eropa akhirnya mencari pengungsian untuk berlindung diri dari penjajahan Nazi. Tujuan favorit dan utama waktu itu adalah Lisbon, karena Portugal waktu itu posisinya netral dan cukup aman untuk ditinggali, tapi karena wilayah itu susah diakses, akhirnya banyak dari pengungsi ini beralih ke kota Casablanca di wilayah Afrika Utara. Casablanca, pada waktu itu, masih ada dibawah yurisdiksi Prancis. Ya, Prancis memang udah dijajah Nazi, dan waktu itu nama pemerintahannya jadi Vichy France, dibawah komando Philippe Petain. Tapi, di Casablanca, dominansi Nazi nggak begitu kuat. Makanya, waktu ada perwira Nazi datang ke Casablanca, Captain Louis Renault [komandan kota Casablanca] bilang, “Unoccupied France welcomes you to Casablanca”.

Nah, tokoh utama sekaligus protagonis dalam film ini adalah seorang Amerika, un Americain, Richard “Rick” Blaine. Rick Blaine sendiri adalah orang yang cukup terkenal di Casablanca, karena usaha cafe-nya yang jadi atraksi utama dan tempat hiburan buat para pengungsi ‘berkelas’ di Casablanca. Di tengah perjalanan cerita, dia ketemu sama seorang Italia, Ugarte. Ugarte ini semacam calo, jadi dia nyimpen 2 stok visa keluar yang ditandatangani sama De Gaulle langsung. Visa keluar ini bisa digunakan buat keluar dari Casablanca ke tujuan manapun, jadi semacam surat sakti, dan untuk para pengungsi di Casablanca, dapet surat itu serasa keajaiban. Nah, malam itu harusnya Ugarte transaksi sama seseorang yang udah mau ngebeli  visa keluar dengan harga tertinggi, tapi malam itu, polisi udah mencium transaksinya, dan Ugarte akhirnya ditembak mati. Tapi, visa keluarnya itu akhirnya disimpan oleh Rick, dan gak ada yang benar-benar tahu tentang itu.

Cerita film semakin seru sewaktu Rick ternyata menemukan cinta lamanya datang di Casablanca. Ilsa Lund, yang dulu dia kenal di Paris, ternyata udah bawa pasangan, seorang aktivis bawah tanah penentang Nazi, Viktor Laszlo. Ilsa, yang waktu itu datang ke cafe-nya Rick, ketemu juga sama pianis cafe itu, yang juga karyawannya Rick, Sam. Tiba-tiba, Ilsa kepikiran untuk mengenang masa lalunya di Paris dengan minta Sam untuk memainkan lagu As Time Goes By. Awalnya, Sam pura-pura nggak tau tentang lagu itu, tapi akhirnya dia mainkan juga. Rick dari kejauhan datang, karena mendengar lagu itu, dan akhirnya.. dia ketemu dengan Ilsa disitu. Nggak berapa lama, Laszlo juga datang didampingi Captain Renault dan Major Strasser.

Kehadiran Laszlo di Casablanca ini sebenarnya nggak lain karena dia jadi buronan Nazi. Laszlo udah sukses keluar dari salah satu kamp konsentrasi dan akhirnya dia jadi kutu loncat, main kucing-kucingan dengan tentara Nazi sampai akhirnya dia selamat di Casablanca. Major Strasser kaget dan takjub dengan Laszlo ini. Sebenarnya di Casablanca, Laszlo masih punya tujuan lain, yaitu buat nyari visa keluar untuk ke Amerika, dan melanjutkan misinya untuk melawan Nazi disana.

Pertama, dia mampir ke cafe Blue Parott punya Signore Ferrari untuk beli visa keluar, tapi ternyata dari Signore Ferrari ini dia dapat info kalau visa keluar yang benar-benar valid ada di Rick. Nah, dari sinilah akhirnya Laszlo ketemu Rick lagi. Waktu ditanya Laszlo tentang visa itu, Rick memang jawab dengan jujur, tapi Rick nggak  akan jual tiket itu walaupun ditawar dengan harga semahal apapun. Rick apatis dengan kepentingan politis Laszlo, karena Rick udah cukup trauma untuk terlibat di kegiatan politik semacam yang Laszlo lakukan. Rick memang pernah punya pengalaman jadi penyelundup senjata di Ethiopia dan jadi aktivis anti-Fasis di Spanyol, tapi akhirnya dia merasa hidupnya nggak tenang dan akhirnya dia buat usaha cafe di Paris.

Tapi ditengah percakapan itu, mereka terganggu dengan beberapa tentara Nazi yang lagi asik nyanyi lagu “Die Wacht am Rhein”. Lagu ini, menggugah hati Laszlo untuk melakukan perlawanan. Laszlo akhirnya minta pemain-pemain musik cafe yang cuma bisa termangu untuk memainkan lagu “La Marsellaise” yang liriknya tentang perlawanan tiran.

“Play La Marsellaise! Play it!”

Sekejap, akhirnya La Marsellaise pun berkumandang di penjuru ruangan cafe, dan sontak, semua pengunjung cafe -mayoritas WN Prancis- yang awalnya diam takut, langsung berdiri dengan berani dan bernyanyi dalam satu nada dikomandoi oleh Laszlo.

“Allons enfants della Patrie, le jour de gloire est arrive!”

Tentara Nazi pun akhirnya meredup dan cuma bisa diam karena kalah suara. [Ini salah satu adegan yang paling aku suka di film ini]

Tak mujur, ternyata Major Strasse tidak senang dengan hal ini, dan akhirnya atas perintah Captain Renault, cafe Rick harus ditutup untuk beberapa minggu.

Malamnya, setelah cafe Rick ditutup, Ilsa tiba2 datang ke cafe itu, dan ketemu Rick. Dia minta Rick untuk ngasih visa keluar itu, dan dengan agak paksa, sampai Ilsa harus ngeluarin pistol. Tapi, entah kenapa, Ilsa akhirnya takluk didepan Rick. Ilsa bener-bener kangen sama Rick dan, dia nggak tahu lagi harus berbuat apa karena Laszlo udah tau tentang ini semua. Setelah sempet cium-ciuman sebentar, Ilsa akhirnya cerita semua hal tentang Laszlo, yang ternyata udah jadi suaminya, dan… pas Rick ketemu Ilsa di Paris, Ilsa nganggep kalau Laszlo udah meninggal di kamp konsentrasi.

Nah, nggak untungnya bagi Rick, ternyata.. waktu Ilsa dan Rick udah sepakat buat ninggalin Paris sehari sebelum Jerman masuk ke kota itu, Ilsa baru dapat kabar dari temannya kalau Laszlo berhasil masuk kota Paris. Rick, yang udah beli 3 tiket kereta [termasuk buat Sam] buat ke Marseille, nunggu Ilsa dengan gelisah di stasiun kereta yang sedang hujan deras. Nah, ternyata Sam bawa surat dari Ilsa yang isinya Ilsa nggak bisa ikut Rick karena ada suatu hal. Rick langsung galau seketika dan karena kereta udah last call, akhirnya Rick cuma bisa masang muka muram, dan… mencoba melupakan segalanya seiring kereta menjauhi kota Paris.

Waktu Rick dan Ilsa lagi ngobrol, tiba-tiba Laszlo datang dari persembunyiannya. Akhirnya, setelah nego satu sama lain, dan Rick yang dengan sepenuh hati mencoba untuk melupakan cintanya sama Ilsa, Laszlo pun mendapatkan apa yang dia mau, dua visa keluar dari Casablanca untuk ke Amerika.

Laszlo-pun mengapresiasi Rick dengan bilang, “Welcome back to the fight. This time I sure we’ll win.”

Sebelum berangkat, ternyata Laszlo sempat ditangkap karena ngelakuin sebuah kesalahan. Waktu Laszlo diinterogasi di kantor polisi sama Captain Renault, Rick kemudian menggunakan kesempatan ini untuk meminta bantuan Captain Renault untuk membantu upaya Laszlo dan Ilsa supaya bisa kabur dari Casablanca tanpa ketahuan Strasse. Renault sempat diancam Rick pakai pistol dan Rick akan membuka semua kartu truf tentang Renault yang korup dan menyimpan banyak skandal di Casablanca. Akhirnya, Renault manut untuk bantu-bantu Laszlo, sampai akhirnya diantarkan ke bandara. Di bandara, Ilsa sempat hampir nggak mau ikut sama Laszlo, tapi Rick akhirnya membujuk dengan bilang, “Mungkin bukan sekarang, mungkin bukan besok, tapi nanti pasti kamu bakal menyesal”.

Celakanya, ternyata, Strasse sudah mencium rencana ini, dan dia langsung gerak ke bandara. Dan, waktu Strasse sampai di bandara, Ilsa dan Laszlo udah ada di pesawat. Strasse mencoba untuk mencegah pesawat itu untuk terbang, dan.. Rick melarang. Sampai akhirnya, karena Strasse maksa untuk menelpon radar station, Rick dan Renault terpaksa menembak Strasse. Beberapa pasukan polisi datang ke TKP, dan Renault cuma bilang, “Strasse has just been shot. Just find the usual suspect”.😀

Film ini berakhir dengan Renault dan Rick yang berjalan akrab, dan Rick kemudian bilang, “Louis, I think this is the beginning of our beautiful friendship”.

[END OF SPOILER]

Aku sebenernya merasa kalau film ini musti ada sekuelnya, Casablanca 2. Mungkin bisa cerita tentang persahabatan Rick dan Renault ini, atau mungkin tentang perjuangan Laszlo di Amerika, yang mungkin pada akhirnya mereka akan ketemuan setelah PD II.

Satu hal yang aku apresiasi dari film ini, walaupun bertema romance, tapi romancenya nggak diekspresikan dalam bentuk yang berlebihan, ya, mungkin cuma ciuman. (Biasanya bisa lebih parah.. apalagi kalau film jaman perang), dan mixing up those themes -politics, history, friendship, romance- into one movie is really… outstanding. Aku belum pernah ngeliat film yang benar2 bisa dibandingkan sejajar dengan film ini.. (Apa temen yang lain pernah ngeliat?)

Moral of the story dari cerita ini, menurutku:

Pada akhirnya, kita harus memilih untuk berkorban. Ini juga jadi bagian dari lirik lagu “As Time Goes By”:

It’s still the same old story, a fight for love and glory.. a case of do or die..

Memang sih pada awalnya, kita cemburu, kita kesal, dan kita sangat ingin mendapatkan cinta itu..

Moonlight and love songs, never out of date, heart full of passion, jealousy and hate, women needs man, and man must have his mate… that no one can deny..

Tapi bagaimanapun, ketika pada akhirnya kita ditinggalkan cinta, atau diabaikan cinta, sebenarnya,

The world will always welcome lovers, as time goes by..

Poin lainnya, ketika kita cuek, seperti sikap Rick pada awalnya, padahal lingkungan kita sedang berada ditengah kondisi yang sulit, mungkin yang terjadi adalah situasi akan makin runyam..

Karena sebetulnya lingkungan butuh kita, dan pada akhirnya, toh Rick mendukung dan kembali terlibat dalam upaya politik ini..

Satu hal, yang jadi poin juga, ketika ditinggalkan seseorang yang kita cinta, atau ketika kita sedang sedih, selalu ada teman. Ya, selalu ada teman yang akan mendampingi supaya kita tetap bertahan dan berjuang di jalan yang sama. Seperti Rick yang akhirnya menjadi sahabat baik Renault.

Yah, dengan film ini, aku bisa introspeksi. Somehow, beberapa karakternya Rick sedikit banyak terefleksikan ke aku.

Oke, mungkin itu aja holiday notes untuk kali ini.

Later, I’ll write something more about my interesting holiday.

Au revoir!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s