Seven Samurai (Klasik Lagi)

Akhir-akhir ini memang aku lagi gandrung dengan film klasik.

Baru kemarin, sekitar seminggu sebelum UAS, aku menyempatkan waktu untuk nonton salah satu film terbaik yang pernah dibuat di Jepang.

Film ini dibikin oleh sutradara beken dan legendaris asal Jepang, Akira Kurosawa. Bukan sekedar film jadul, film ini merupakan salah satu film yang menjadi pioner dan standar buat film-film laga yang sering muncul sekarang.

Cerita Seven Samurai sebenarnya sederhana, mirip-mirip gabungan antara The Three Musketeers dan Robin Hood.

Ada sebuah desa di belantara Jepang yang sering diancam oleh segerombol penyamun. Penyamun-penyamun ini senang sekali mengambil hasil tani para warga di desa itu. Tentu saja, penduduk desa ketakutan. Setelah bermusyawarah, akhirnya mereka memutuskan mencari samurai yang dapat melindungi desa mereka dari ancaman penyamun itu. Bukan pekerjaan yang mudah, karena toh samurai dan petani saja derajatnya sudah jauh berbeda dalam masyarakat Jepang.

Untungnya dalam pencarian, orang desa pun menemukan seorang ronin yang bernama Kambei. Kambei ini kemudian menjadi orang pertama, dan seterusnya dia bersama perwakilan orang desa mencari enam samurai lagi. Setelah ketemu tujuh samurai dengan masing-masing karakternya yang unik, akhirnya bersama orang desa, mereka berangkat untuk melindungi desa itu.

Seterusnya? Mending nonton sendiri deh!

Kenapa harus ditonton?

Pertama, film ini merupakan salah satu film yang menginspirasi film Hollywood lainnya. Alur dalam film ini, dimana seorang tokoh protagonis utama kemudian mencari teman-teman lainnya untuk bergabung dan menyelesaikan sebuah misi, bisa kita lihat juga di film Hollywood, semacam Navarone dan The Magnificient Seven. Selain itu, alurnya juga nggak membosankan. Campur aduk antara humor, love stories, dan lain-lainnya kelihatan banget dalam film ini.

Kedua, film ini sarat makna. Yah, cukup membuka mata. Aslinya, samurai dalam masyarakat Jepang itu dikenal dengan arogansinya dan gengsinya yang luar biasa. Tapi, dalam film ini, samurai ditunjukkan dengan perspektif yang lebih humanis dan perhatian kepada rakyat kecil. Walaupun hanya dibayar dengan beras hasil panen, samurai ini rela untuk membela sebuah desa yang tidak lebih penting daripada sebuah tanah yang dikuasai daimyo.

Ketiga, film ini akan sangat menyenangkan bagi mereka yang menyenangi Jepang. Terlihat jelas deh seputar sistem masyarakat Jepang yang village-based. Mungkin konten sejarahnya nggak akan terlalu terlihat, karena film ini toh fiksi.

Ada sebuah quote yang cukup memorable dari film ini,

“This is the nature of war. By protecting others, you safe yourself.”

Yah, walaupun masih menggunakan rol hitam-putih, tapi cerita film disini bahkan lebih keren dari film-film aksi modern sekarang, yang banyak dar der dor dan ciumannya.

Last but not least, dalam film yang dibuat dengan budget USD 500ribu ini aku menemukan bahwa,

Kesederhanaan membuat sebuah karya menjadi luar biasa.

Never forget the classics!

2 thoughts on “Seven Samurai (Klasik Lagi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s