Yunus

Beberapa hari ini, setelah mendengarkan kabar-kabar dari kerabat teman2 dan juga beberapa teman2 yang baru dianugerahi zuriat atau akan segera diamanahi zuriat, saya jadi kebayang2 soal anak. Kira2 saya sudah siap belum punya anak kalau nanti saya menikah? Begitu pikir saya akhir2 ini.

Nah, seiring dengan pemikiran ini, saya juga jadi terpikir akan saya namakan apa anak saya. Dari awal, sejak S1 malah, saya sudah terbayang beberapa nama yang terinspirasi banyak tokoh. Contoh saja Sultan Mehmet Fatih Sang Penakluk atau Siti Maryam.

Tapi, setelah saya datang ke Turki, referensi nama yang bisa menjadi inspirasi saya untuk menamakan anak saya nanti jadi makin banyak. Mulai dari nama guru bahasa Turki saya yang namanya diambil dari nama saudari sepersusuan Nabi Muhammad, Shayma sampai ke nama seorang penyair yang karya-karyanya saya gemari, Yunus Emre.

Dari dua nama ini saya terpikir untuk menjadikan Yunus Emre sebagai nama anak pertama saya. Mengapa? Pertama Yunus sendiri adalah nama seorang Rasul dari Rasul yang 25, seorang Nabi yang amat terkenal tentunya karena ketabahan dan ketegarannya dalam mendakwahkan agama Islam. Ditengah segala macam penolakan dari umatnya, Nabi Yunus tetap konsisten untuk berdakwah sampai Allah menurunkan firman bahwa akan diturunkan azab bagi kaumNya yang durhaka di Ninawah. Nabi Yunus pergi keluar kota dan kampung halamannya dengan marah dan hendak berkelana ke daerah lain karena sudah kecewa dengan penduduk2 di kota asalnya. Meskipun Allah belum memerintahkan Nabi Yunus untuk benar2 pergi karena beberapa penduduk Ninawah sudah sadar, namun Nabi Yunus bersikukuh pergi, menaiki kapal dan berlayar ke samudera nan luas…… Namun takdir berkata bahwa perahu yang ditumpangi beliau harus oleng dan Nabi Yunus ‘dikorbankan’ untuk mencegah kapal oleng dan akhirnya beliau diselamatkan oleh ikan. Karena beliau sadar perilakunya adalah perilaku zholim, maka beliau berdoa Lailaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz zhalimin berulang2 hingga akhirnya Allah mengeluarkan beliau dari perut ikan dan kembali lagi ke pesisir lalu akhirnya bergabung kembali bersama penduduk dan umatnya untuk berdakwah sampai akhir tiba masa.

Nabi Yunus adalah seorang nabi dan rasul, namun seperti seorang manusia biasa, beliau bisa berbuat zhalim dan salah.. Namun Allah berbaik hati dan memberikan beliau kasih sayangNya untuk menyelamatkan beliau dari kezaliman itu..

Lalu bagaimana dengan nama Yunus Emre? Yunus Emre adalah nama seorang penyair dan sufi ternama di Turki yang berasal dari kota  tempat saya belajar sekarang, Eskişehir, dan beliau sangat terkenal dengan sifatnya yang toleran dan merakyat sehingga banyak kota Turki yang mengklaim bahwa kuburan Yunus Emre ada di kota mereka. Saya lupa apakah beliau sezaman dengan Hazreti Maulana Rumi, namun sepertinya beliau bersahabat baik dengan Hacı Bektaş Vali, seorang wali dan pemimpin tarikat sufi yang mistik di Turki. Yunus Emre terkenal dengan pesan utamanya, “Mari saling mencintai dan siap untuk dicintai”. Sebenarnya masih banyak lagi puisi2 dan syair2nya, nanti saya coba terjemahkan satu2 ke bahasa Indonesia

Emre, kata Emre sendiri bukan nama. Kata Emre datang dari sebuah kata dalam bahasa Turki yakni imrenmek. Kata imrenmek ini banyak digunakan di bahasa Turki tua dan syair2, artinya kurang lebih sebuah sikap mencintai dan menginginkan untuk dekat kepada yang dicintai, dan hal ini dilakukan tanpa harus melihat atau menyentuh fisik yang dicintai, namun kehadirannya selalu ada dalam sanubari. Secara maknawi, imrenmek bisa diartikan sebuah sikap kecintaan dan keinginan untuk dekat pada Ilahi, satu2nya pecinta yang tak bisa lihat namun kita bisa rasakan. Seingat saya, Emre sendiri merupakan sebuah julukan yang diberikan kepada Yunus sang penyair oleh orang2 Turki karena dirinya yang zuhud dan sangat dekat pada Allah.

Karena dasar2 dan hikmah2 inilah, saya terpikir untuk memberikan nama anak pertama saya nanti (kalau dianugerahi seorang putera) dengan nama Muhammad Yunus Emre. Walaupun nikah masih dalam tahap persiapan dan nama ini tentunya belum disetujui oleh istri saya nanti, tapi tidak masalah. Setidaknya saya sudah mempersiapkan nama dengan alasannya.😛

Begitu saja.

Sampai jumpa di masa depan, Yunus (atau siapapun nama kamu nanti). Dad really wants to meet you anytime God decides and wants you to come to the World.

Eskişehir 16 Oktober 2015, sehabis mengerjakan tugas HAM yang belum selesai. Tulisan ini hasil curhat dan berkhayal2 karena lagi mentok mengerjakan presentasi dan esai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s