Soal (Rencana) Kerja

Malam ini entah mengapa aku berpikir banyak soal rencana kerja, karena kalau dihitung-hitung, dalam waktu sekitar 1-1,5 tahun lagi aku akan lulus Master dan… akan benar-benar dilepas ke dunia karir yang penuh dengan kompetisi.

Aku mulai berpikir, dimana aku sebaiknya memulai karir? Beberapa teman Turki-ku bilang, dengan kemampuan bahasaku yang (cukup) baik dalam bahasa Turki, kenapa tidak mengambil karir diplomatik saja di Kemenlu? Mereka bilang, setidaknya kamu akan bisa balik ke Turki lagi dengan gelar diplomat dan bisa mengembangkan hubungan Indonesia – Turki ke arah yang lebih progresif lagi. Ya, tapi, untuk jadi diplomat kan tahapannya banyak dan aku tak bisa langsung dikirim ke Turki begitu saja, pikirku dalam hati. Lalu, aku juga berpikir, kalau seandainya aku masuk Kemenlu dengan gelar S2, lalu apa yang akan aku perbuat? Mungkin aku punya keahlian tertentu dalam studi kawasan Timur Tengah, tapi aku rasa masih tidak cukup karena bahkan Bahasa Arab saja aku tidak terlalu mahir.

Ada juga yang bilang, salah satunya dosenku, aku sudah pasti akan melanjutkan karir di dunia akademik. Dosen metpenku sudah bilang, orang-orang macam aku sudah bisa dipastikan akan lanjut ke akademik, meskipun aku masih merasa belum bisa apa-apa dan belum jago apa-apa dalam bidang penelitian dan sebagainya. Aku juga berpikir, kemana aku harus melanjutkan langkah untuk berkontribusi? Aku sempat berpikir untuk kembali ke almamater, tapi ah, aku ini siapa sih. Aku tidak memasang banyak ekspektasi untuk balik ke almamater, dan memasang target untuk mengisi pos mengajar di universitas negeri yang baru membuka program studi Hubungan Internasional, kalau bisa di wilayah Jawa. Aku punya banyak rencana, banyak sekali, dan aku ingin mencari  (dan membangun) sebuah sistem yang kondusif agar rencana-rencana penelitian ini dapat terwujud dengan baik.

Lalu kalau memang di kedua lembaga pemerintahan itu tidak sama sekali terdapat lowongan, aku harus apa? Aku tidak mau S3, meskipun aku tahu dosen2ku disini akan menyarankan itu. Aku butuh istirahat, dan aku butuh persiapan yang panjang sebelum S3. Persiapan diri, persiapan fisik, persiapan mental, persiapan ruhani, dan persiapan akademik. Aku mau buat satu penelitian S3 yang tidak sembarangan dan akan jadi satu breakthrough yang setidaknya bisa memberi kontribusi, meskipun kecil. Aku juga terpikir untuk mengembangkan sebuah lembaga penelitian, mungkin independen, mungkin juga terikat pada salah satu lembaga politik atau sosial. Atau mungkin, aku bisa juga bekerja di salah satu lembaga penelitian, entah dimana itu, yang jelas aku hanya berharap supaya aku bisa bekerja di sebuah tempat yang tidak mengganggu idealisme dan merusak mimpi2ku.

Selain itu, seperti yang kamu tahu, aku juga berpikir  untuk menjadi seorang wirausahawan. Karena tradisi ulama-ulama zaman dulu adalah selain mengajar, mereka juga berjualan dan berdagang berbagai macam jenis produk dan jasa. Ulama-ulama zaman dulu digaji juga oleh pemerintah, namun disamping gaji itulah, mereka mengumpulkan uang juga untuk membiayai keluarga dan ketika mereka sudah senior, kadang mereka tidak (mau) menerima gaji lagi dan menyisihkan uang keuntungan dagang mereka untuk biaya hidup anak murid mereka.. dan kamu tahu? Tradisi ini masih berlanjut sampai sekarang… Sesuatu yang luar biasa ya?

 

 

 

4 thoughts on “Soal (Rencana) Kerja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s