Aşevi

Ketika aku membaca kata “food bank”, sekilas aku teringat dengan sebuah budaya dan tradisi masyarakat Turki yang luar biasa. Tradisi ini sudah berlangsung sejak zaman Usmani dan masih berlanjut hingga sekarang, tentu saja lebih awal dari konsep food bank dan mungkin salah satu praktik paling awal tentang mekanisme distribusi bansos. Namanya: Aşevi.

 

BriefHistory

Aşevi di era Usmani🙂

Aku sebenarnya masih mencoba untuk mencari mekanisme cara bekerja aşevi ini seperti apa, terutama dalam perspektif sejarah dan sosiologinya, karena aku berpikir bahwa konsep aşevi ini bisa dijadikan model untuk sistem penyediaan bantuan di Indonesia. Dari pembacaanku sejauh ini, aşevi kurang lebih bisa diartikan sebagai sebuah lembaga yang menampung dan memproses bantuan makanan yang diterima oleh lembaga Baitul Mal wat Tamwil atau Vakıf (Waqaf Yayasan) milik Kesultanan Usmani. Bentuk aşevi ini seringkali merupakan sebuah gudang makanan (granary) dan dapur umum. Setiap harinya, aşevi menerima bantuan dari para muzakki dan pemberi sedekah serta memberi bantuan kepada para mustahik, miskin dan yatim yang membutuhkan. Jadi, aşevi ini sistemnya langsung memberi dan menerima tanpa henti.

Aşevi biasanya menyediakan bantuan dalam bentuk makanan hangat yang diproses dari bantuan makanan yang ditumpuk di gudang makanan. Setiap hari menunya bisa beragam, tapi biasanya çorba (sup) dan roti. Kabarnya, makanan dan çorba yang terkenal di tradisi makanan Turki hadir dari aşevi. Kenapa aşevi bisa begitu berpengaruh dalam tradisi makanan Turki? Seperti yang sudah aku tulis diatas, kebanyakan aşevi biasanya dimiliki oleh institusi Kesultanan dan mereka-mereka yang bekerja di aşevi adalah koki-koki profesional yang dikelola oleh Kesultanan. Jadi, walaupun jumlah populasi yang dilayani oleh aşevi bisa mencapai ratusan ribu orang, masalah kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Nah, dari çorba dan makanan-makanan yang dimasak oleh koki-koki dari aşevi inilah, resep makanan ala Kesultanan yang enak tersebar ke lidah khalayak dan diadaptasi menjadi tradisi makanan masyarakat umum Turki. Menarik ya!

Aşevi juga biasanya mengurus kurban pada hari Raya dan mendistribusikannya juga ke yang membutuhkan pada hari yang sama. Jadi, aşevi ini semacam sentral distribusi makanan (mau mentah atau matang) yang penyediaan makanannya diambil dari BMT, sedekah dan harta kesultanan ke seluruh masyarakat yang membutuhkan.

Aşevi di era modern😀

Aşevi ini kemudian menjadi salah satu warisan kebudayaan dan tradisi Usmani yang masih terus berjalan sampai sekarang. Di beberapa Kotamadya, termasuk di kota tempatku tinggal, masih ada beberapa institusi aşevi yang dikelola langsung oleh pemerintah. Ada juga beberapa aşevi yang dikelola oleh beberapa yayasan-yayasan yang berada dibawah koordinasi Dirjen Wakaf.

Aku akan baca-baca lagi soal aşevi ini, mungkin dari buku ini. Bisa saja ada beberapa hal yang bisa diadaptasi, dikaitkan dengan konsep food bank yang sudah diterapkan di Eropa dan Amerika, dan disesuaikan untuk zaman modern.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s