Kematian itu Dekat

Ölüm yakındır. Kematian itu dekat, dekat sekali.

Ia sedekat mobil-mobil yang mungkin bisa menerjangmu di jalan, walaupun lampu menandakan hijau untuk menyebrang. Ia sedekat nafasmu yang mungkin tersengal-sengal habis olahraga. Ia sedekat makananmu atau minumanmu, yang mungkin basi atau teracuni. Ia sedekat peluru, yang bisa menerjangmu kapan saja, apalagi di medan perang. Ia sedekat tebasan pisau, yang mungkin kau buat potong daging atau sayur di dapur..

Aku baru saja menghadiri acara takziyah seorang almarhum, seseorang yang tak kukenal sama sekali dan aku tak pernah bertemu dengannya. Aku mendengar kabar kalau dia seorang mahasiswa S3, seorang WN Suriah, usianya masih cukup muda, dan ia baru selesai ujian komprehensif sekitar beberapa minggu lalu. Belum lama berlalu ujian komprehensif doktoralnya, nyawanya diambil oleh Allah. Ia tertabrak sebuah truk di jalan depan kampus Universitas Anadolu, jalan yang biasa aku lewati juga ketika pulang dari kampus Osmangazi ke asrama. Truk ini kabur setelah menabrak almarhum dan sampai sekarang tidak meninggalkan jejak sama sekali.. Almarhum sudah divonis “mati otak” oleh dokter-dokter di rumah sakit dan dokter-dokter hanya bisa mengatakan satu kata yang seringkali diucapkan oleh orang Turki ketika tidak ada harapan atau jalan lain: “yapacak  bir  şey  yok“. Almarhum sekarang masih “hidup” dengan bantuan mesin alias koma, namun ketika mesin sudah terlepas, tidak ada lagi yang bisa dilakukan..

Di takziyah yang tadi aku datangi, banyak orang datang. Kebanyakan mengenal almarhum dengan segala kebaikannya. Ia yang rajin puasa, rajin sholat, rajin ibadah, rajin menolong orang, sering berdiskusi, dan sangat aktif dimanapun dia berada. Semua merasa kehilangan, dan ruangan tempat takziyah diadakan hanya berisi sesenggukan dan air mata, atau diam – seperti yang aku lakukan. Ayah almarhum pun datang. Ayah almarhum adalah seorang dosen Sastra Arab yang terpaksa mengungsi ke berbagai negara karena kebijakan represif di Suriah. Ayah almarhum bercerita kalau almarhum adalah anak harapannya sejak ia belum lahir. Selalu didoakan bahkan saat sedang dalam kandungan. Almarhum bersyukur sekali memiliki anak yang sangat patuh dan cerdas, hingga sekarang kemudian almarhum merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya anaknya yang sangat ia cintai dan sangat ia harapkan..

Aku merenung banyak saat takziyah ini.

Umur kita pendek, kesempatan kita sebenarnya sangat pendek di dunia ini, tapi banyak sekali waktu yang kita sia-siakan… Kita terlalu bangga dengan mudanya usia kita, namun muda bukan jaminan. Sehatnya kita pun bukan jaminan..

Betapa benar Nabi Muhammad saw. yang pernah bersabda: “Kematian itu nasihat”. Oleh karena itu, salah satu sunnah Nabi bagi ummatnya adalah melakukan ziarah kubur. Bahkan, kewajiban bagi seorang Muslim adalah untuk mengurusi dan mengantar jenazah saudaranya sesama Muslim.. Agar kita semua sadar, bahwa urip kui mung mampir ngombe, cuma sebentar sekali seperti meneguk air, lalu dalam waktu yang entah kapan – entah saat kita berbuat baik atau nauzubillah saat kita berbuat dosa – nyawa kita bisa diambil atas kehendakNya.. Nggak ada yang bisa menjamin kalau besok kita masih bernafas, kalau kita besok masih diberi kesempatan untuk melihat dunia.. Karena kematian itu, seperti kehadiran kita di dunia dan jodoh, sepenuhnya ada dalam kuasaNya. Tak ada yang bisa mengganggu gugat jika sudah tiba waktunya, sama sekali.

Dan.. Betapa beruntungnya almarhum yang meninggal saat menunaikan jihad ilmu.. Aku yakin gelar syahid itu sudah pasti diambil olehnya karena itu adalah janji yang termaktub dalam sabda Nabi Muhammad saw.: “Barangsiapa ada seorang Muslim yang keluar dari kampung halamannya untuk mencari ilmu, dan sebelum pulang ke kampung halamannya ia meninggal, maka kematiannya dihitung sebagai syahid..”

Subhanallah..

Semoga Allah memberikan kita kesempatan untuk selalu beramal baik dimanapun kita berada.. dan semoga kita selalu berada dalam penjagaanNya…

Sesungguhnya kita semua datang dariNya dan akan kembali padaNya..

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s