Facebook Sekarang Ini

Saya jengah melihat facebook pada masa sekarang ini.

Bosan dan kesal saja, melihat orang-orang marah dan menghina tanpa dasar pemikiran yang jelas. Yang penting, mereka puas menginjak-injak harga diri orang yang dibenci. Bahkan ketika orang yang dibenci itu jelas memiliki ilmu dan pengalaman yang lebih banyak daripada yang menghina.

Lelah, ketika melihat perdebatan-perdebatan panjang yang tak berkualitas terus muncul di linimasa. Membuat mata sakit dan pikiran terganggu. Ingin menertawakan saja, tapi diri tak mampu. Saking lelah dan kesalnya diri ini, mungkin.

Jengah, melihat orang-orang memamerkan ini itu, hasil dan pencapaian-pencapaian mereka. Ah, tapi jangan-jangan ini saya saja yang sedang dengki, mudah-mudahan tak seperti itu. Atau mungkin benar, Facebook jadi sebuah sarana untuk memamerkan pencapaian terkini, entah itu berupa ‘berhasil mempresentasikan paper di forum ini’, atau ‘berhasil membangun keluarga’, ‘berhasil mempublikasikan artikel di jurnal ini’, ‘berhasil meraih karir di perusahaan prestisius’ dan entah apa lagi pencapaian lainnya. Ya, sambil tunjuk diri sendiri, saya sedang berefleksi. Takut sekali, banyak orang yang merasa biasa kemudian menjadi rendah diri dan takut setelah melihat linimasa ketika isinya adalah orang-orang yang benar-benar pamer dengan pencapaian pribadinya. Seolah-olah hanya dirinya yang tak mampu. Begitu.

Malu, melihat mereka-mereka yang dahulunya saya hormati sebagai bijak bestari, guru dan ustadz, kini berubah jadi monster yang kalap dengan ganas dan banalnya menerkam ‘musuh-musuh’ mereka dengan kata dan ekspresi yang diluar bayang minda.

Malu juga, ketika melihat memang ada beberapa dari mereka yang menuliskan dan membagikan pemikiran-pemikiran baiknya di Facebook. Entah niat pamer atau niatnya baik untuk berbagi, saya tak tahu. Yang jelas, diskusi-diskusi dalam catatan dan status yang menjelaskan tentang pemikiran baik nan progresif itu dipenuhi oleh banyak komentar-komentar berkualitas pula. Saya jadi malu, ketika hanya terdiam dan tak bisa berkomentar apa-apa, tersebab otak saya yang tak sampai menjangkau isi otak peserta diskusi. Saya jadi malu, ketika di Facebook saya tak bisa menulis seperti mereka, hingga saya hanya melemparkan sampah dan hal-hal tak penting. Ketika mau berkomentar dalam diskusipun, saya tak yakin akan bisa membalas dengan baik.

Hal-hal ini yang kemudian membuat saya berjarak sementara dari Facebook, tak mau melihat linimasa yang ramai dahulu untuk beberapa pekan. Mungkin saya cengeng, lemah. Soal Facebook saja dipermasalahkan. Ah, dasar generasi Y, milenial yang serba galau dan insecure. Tapi, itu keputusan saya. Saya ingin lebih tenang saja dan lebih banyak menulis dari sini, dari WordPress. Ingin lebih banyak membaca buku daripada status dan debat-debat yang panjang, melelahkan dan tak penting di Facebook. Itu saja.

Sampai jumpa di tulisan saya esok.

Saya janji akan lebih banyak menulis dari sekarang. Itu juga janji saya ke istri.

 

 

2 thoughts on “Facebook Sekarang Ini

  1. hahaha… sama bro. I did feel the same. Kmaren habis deactivate account gara2 stress. Kasihan si calon debay emaknya nangis2 stres mikirin nasib bangsa😄.

    Sakjane buat refleksi diri sendiri juga, jangan2 kita (pernah) melakukan hal yang serupa, gak cuma di facebook aja, tapi di socmed lain. Dan ada hati ato pikiran orang lain yang merasakan hal yang sama dengan kita.

    Juga skaligus buat ujian kita berbaik sangka dengan postingan teman-teman kita tsb. hahaha…. (*memang susah mah, njaga kebersihan hati dari iri dengki).

    Bismillah, semoga niat kita selalu lurus mulai dari awal hingga akhir dalam setiap postingan di dunia maya. aamiin

    • Waah Mbak Chiku, sehat2 ya, semoga debaynya nanti lahir dalam keadaan sehat juga!😀

      Iya mbak, bener banget, sesungguhnya sosmed itu seperti hidup juga. Asal niat lurus insyaAllah akan baik pula sosmednya🙂 Memang susah main sosmed di era sekarang, harus jaga hati dan jaga diri, jadi kadang2 beruzlah dari sosmed adalah solusi baik untuk menjauh dari efek2 negatif, seperti stress baper dan pusing2 misalnya hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s