Rusia dan Turki dalam Kemelut Suriah

[Telah diterbitkan dengan judul Turki-Rusia dan Suriah di Republika, edisi Sabtu, 28 November 2015, dengan beberapa perubahan yang dilakukan oleh editor]

 

Baca lebih lanjut

Iklan

Böyle Bir Kara Sevda..

Saya pertama kali mendengar lagu ini sewaktu kursus bahasa Turki dahulu. Lagu ini masyhur pada zaman Yeşilçam (1960-an sampai 1980-an), dan awalnya dinyanyikan oleh seorang penyanyi transgender, Zeki Müren. Saya jatuh cinta dengan lagu ini karena intro-nya bagus sekali, terutama kalau dimainkan oleh orkes khas Turki. Selain itu, seperti lagu-lagu Turki kebanyakan, nadanya melankolis, tapi liriknya kali ini adalah lirik yang membawa harapan..

Sayang sekali, lagu-lagu seperti ini sudah jaraaaang sekali di Turki. Yang ada sekarang cuma lagu-lagu disko yang tidak punya rasa dan selera musik yang bagus..

Ne çıkar bahtımızda ayrılık varsa yarın,
Sanma ki hikâyesi şu titreyen dalların, düşen yaprakla biter.
Böyle bir kara sevda, kara toprakla biter.

Apapun yang terjadi di masa yang akan datang,

Andaipun kita berpisah di masa depan..

Jangan berpikir bahwa cerita pohon dan dahan yang bergoyang

Akan berakhir hanya dengan daun yang jatuh ke tanah..

Kisah cinta yang seperti ini, hanya akan berhenti di tanah, saat kita mati nanti..

Ağlama, olma mahzun, gülerek bak yarına,
Sanma ki güzelliğin o ipek saçlarına, dökülen akla biter.
Böyle bir kara sevda, kara toprakla biter.

Janganlah sedih, janganlah kecewa, lihatlah masa depanmu dengan senyum..

Jangan pernah berpikir bahwa kecantikanmu akan berakhir dengan berubannya rambut indahmu..

Kisah cinta yang seperti ini, hanya akan berhenti di tanah, saat kita mati nanti…

 

Hari-Hari Ini

Jujur aja, beberapa hari ini, saya lagi capek banget. Amanah dan tanggungjawab datang dari mana-mana tanpa henti. Dari PPI yang menuntut saya untuk segera menyelesaikan proker-proker, tapi susah dimanajemen, karena teman-teman sedivisi juga pada sibuk sendiri-sendiri. Dari tugas-tugas kuliah, ada beberapa yang sudah selesai, tapi saya mau benar-benar tanggungjawab supaya tugas ini selesai secara baik, tidak sekedar selesai begitu saja. Buat apa mengerjakan tugas cuma untuk selesai.

Pas capek gini, rasanya mau berhenti kerja, tapi kalau berhenti kerja malah nggak akan selesai2 kerjanya dan ditengah masa2 seperti ini yang menuntut semua kerjaan harus diselesaikan dengan deadline, ya saya harus tanggungjawab…

Rasanya capek sekali. Tapi mudah2an masa2 susah ini segera berlalu. Inna ma’al ‘usri yusra, fa inna ma’al ‘usri yusra. Aku yakin semua ini akan berlalu dengan baik.. tidak ada bayaran dari kerja keras selain balasan yang setara..

Kita ada di jalan yang sama, yang tidak mudah untuk menjalaninya karena bebannya tidak sembarang. Semoga Allah membantu kita ya, dan semoga kita bertemu di jalan yang sama, di saat yang tepat…